Ketua MPR Ajak Anak Muda Manfaatkan Teknologi Digital untuk Berwirausaha Bangun UMKM

AKURAT.CO Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat mengisi studi umum FHISIP Universitas Terbuka di Bali mengajak anak muda memanfaatkan teknologi digital untuk berwirausaha membangun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"Pertama handphone, itu adalah sumber pendapatan kita, jangan hanya pakai handphone untuk bertukar pesan tapi sebesar-besarnya sarana memperoleh uang apalagi untuk masuk dunia digital," kata dia di Denpasar, Bali, Minggu (27/11/2022).
Ketua MPR RI itu menyadari bahwa membangun UMKM merupakan hal yang sulit ketika anak muda dihadapkan pada keraguan dan kemalasan, namun saat ini kemudahan juga tersedia karena seluruh ruang terbuka, sehingga lebih mudah menjadi pengusaha di era digitalisasi.
Selain itu, sebagian besar anak muda khususnya yang hadir mendengarkan mengaku sudah memiliki pekerjaan, sehingga selain teknologi digital, jejaring menjadi salah satu faktor pendukung dalam memulai usaha.
Dalam studi umum yang membahas peran UMKM dalam menghadapi persaingan global pascapandemi itu, Bamsoet menyampaikan fakta sejarah soal krisis ekonomi pada 1998 yang tidak mampu mempengaruhi ekonomi Indonesia karena kemunculan UMKM.
"Sejarah membuktikan dalam perjalanan bangsa kita mulai krisis moneter 1998 dan 2008 itu UMKM jadi salah satu jalan keluar dan yang mampu bertahan terhadap situasi, sehingga dalam keadaan pasca pandemi covid-19 dan krisis global sekarang menurut saya salah satu caranya memperkuat sektor UMKM," ujarnya.
Untuk menggaet anak muda memulai wirausaha serta memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkannya, Bamsoet menyebutkan sejumlah upaya pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Ada regulasi mulai dari kredit usaha rakyat bunga rendah, program pinjaman tanpa agunan, dan lainnya, itu adalah cara pemerintah memperbanyak UMKM, tinggal bagaimana kita memberikan literasi, dukungan, inspirasi dan mendorong anak muda menjadi UMKM-UMKM baru," kata mantan Ketua DPR RI itu.
Dalam menghadapi tantangan pascapandemi covid-19 ini, Bamsoet juga menyarankan kepada masyarakat terdampak seperti pekerja atau buruh yang diberhentikan agar memanfaatkan situasi untuk mulai berbisnis.
"Tidak boleh putus asa, buka UMKM baru, kalau perlu kembali ke desa, berbisnis, membuka usaha di desa, manfaatkan teknologi digital, kita bisa mendunia karena teknologi. Gali sumber pertanian, budaya, dan kerajinan itu banyak yang berhasil," kata dia memberi solusi.
Demi mendukung perekonomian ke depan, Bamsoet menilai penting untuk meningkatkan kuantitas wirausahawan, apalagi melihat kontribusi UMKM Indonesia yang saat ini masih terbilang rendah.
Dalam catatannya, jumlah wirausahawan Indonesia saat ini baru mencapai 3,47 persen, persentase tersebut tertinggal jauh dari Amerika 11,5 persen, Singapura 7,2 persen, dan Malaysia 5 persen.
"Oleh karena itu, selaras dengan amanat presiden, pemerintah telah menargetkan rasio kewirausahaan agar dapat mencapai jumlah 3,95 persen 2024. Itu kita dorong supaya rasionya minimal seperti Malaysia dan beberapa negara yang jumlah UMKM-nya cukup memadai," ujarnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK



