Akurat Logo

PIK2 Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Peternakan Terpadu

Saeful Anwar | 28 September 2026, 12:44 WIB
PIK2 Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Lewat Peternakan Terpadu
Pembinaan peternakan terpadu yang dijalankan CSR PIK2 bersama Kelompok Ternak APTUR.

AKURAT.CO Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui pengembangan kegiatan produktif berbasis potensi lokal.

Salah satunya melalui pembinaan peternakan terpadu yang dijalankan CSR PIK2 bersama Kelompok Ternak APTUR.

Program tersebut mengembangkan beberapa jenis usaha sekaligus, mulai dari budidaya ikan lele, gurame, mujair hingga peternakan kambing.

Pola ini memberi kesempatan kepada anggota kelompok untuk memiliki lebih dari satu sumber kegiatan produktif.

Perwakilan Kelompok Ternak APTUR, Yahya Ansori, mengatakan, kelompoknya selama ini mengembangkan sektor perikanan dan peternakan sebagai bagian dari usaha meningkatkan perekonomian anggota.

“Kelompok kami membudidayakan yang pertama ada ikan lele, kedua gurame, yang ketiga ada mujair, dan juga ternak kambing,” ujar Yahya.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PIK2, kelompok tersebut mendapat pembinaan untuk mengembangkan usaha peternakan dan perikanan yang sudah dijalankan.

Program tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan komoditas ternak, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengelola potensi di lingkungan sekitar menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.

Keberadaan sejumlah kolam budidaya menjadi salah satu bagian dari pengembangan sektor perikanan. Ikan dipelihara dan dirawat oleh kelompok hingga memasuki masa panen.

Sementara itu, peternakan kambing melengkapi konsep usaha terpadu yang dikembangkan Kelompok Ternak APTUR.

Menurut Yahya, pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok terus tumbuh dan meningkatkan kemampuan dalam menjalankan usaha.

“Kelompok Ternak APTUR merupakan salah satu kelompok binaan yang bergerak dalam bidang usaha peternakan terpadu dengan memanfaatkan potensi lokal untuk menciptakan kegiatan produktif dan berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: Harga Minyak Naik Lebih dari 1%, Trump Tolak Proposal Iran Buka Selat Hormuz

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.