Feel Good Network Tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai Agensi Kreatif Utama

AKURAT.CO Feel Good Network, jaringan agensi kreatif independen, menunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai agensi kreatif utamanya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan memperkuat layanan pemasaran terintegrasi yang menghubungkan pengembangan merek, kreativitas digital, konten, media, dan data dalam satu ekosistem.
Penunjukan tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan merek terhadap mitra agensi yang tidak hanya mampu menjalankan kampanye, tetapi juga membangun nilai merek jangka panjang sekaligus menghasilkan dampak bisnis yang terukur.
CEO Feel Good Network, Wisnu Satya Putra, mengatakan pertumbuhan bisnis harus dirancang melalui fondasi merek yang kuat, strategi yang jelas, serta kemampuan menerjemahkan ide menjadi hasil yang terukur di seluruh tahapan pemasaran.
"Kami melihat pertumbuhan sebagai sesuatu yang harus dirancang, bukan sekadar dikejar. Innercircle dan BRICKS menghadirkan kemampuan tersebut secara bersamaan, sehingga membantu jaringan kami menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat, lebih terarah, lebih terhubung, dan berkelanjutan bagi klien," ujar Wisnu, Selasa (28/7/2026).
Fokus pada kreativitas dan hasil bisnis
Innercircle didirikan oleh Morica Lim dan Eve Wongsosaputro. Agensi ini mengusung konsep boutique agency dengan tim yang ramping agar para pendiri tetap terlibat langsung sejak tahap perencanaan hingga eksekusi.
Dalam dua tahun terakhir, Innercircle telah menangani sejumlah merek seperti Pizza Hut, Mead Johnson, VinFast, Indofood, dan Lion Wings.
Kolaborasinya dengan Pizza Hut turut menghasilkan berbagai penghargaan, antara lain Gold dan Silver di Marketing Excellence Awards, Silver di Citra Pariwara, serta Gold dan Silver di Campaign Indonesia Awards.
Menurut Morica Lim, pengalaman menangani berbagai merek global menjadi bekal untuk menghadirkan standar kreatif internasional yang tetap relevan dengan karakter pasar lokal.
"Pasar membutuhkan standar kreatif global yang dipadukan dengan pemahaman lokal dan kecepatan mengikuti dinamika budaya. Kami sengaja tetap ramping agar setiap klien mendapatkan tim terbaik," katanya.
Sementara itu, BRICKS yang didirikan Stephanie Putri Fajar dan Rangga Akbar Pradipta mengintegrasikan strategi, data, dan kreativitas sejak awal proses pengembangan kampanye.
Pendekatan tersebut diterapkan dalam kampanye Nivea Deodorant yang berhasil mengubah strategi komunikasi produk berdasarkan kondisi kulit konsumen.
Kampanye itu mencatat kenaikan gross merchandise value (GMV) online sebesar 139 persen, earned media value mencapai rasio 37:1, serta lebih dari 273 juta impresi dalam 30 hari.
"Kami tidak mengukur keberhasilan dari banyaknya pekerjaan yang dikirimkan kepada klien, tetapi dari dampak bisnis yang berhasil dicapai," ujar Stephanie.
Baca Juga: Cara Daftar NPWP Online dari HP, Simak Syarat dan Cara Aktiviasi Akun Coretax
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok




