Akurat Logo

Bagaimana Cara Katak Bernapas di Air dan di Darat? Ini Penjelasannya

Redaksi Akurat | 3 Maret 2026, 23:49 WIB
Bagaimana Cara Katak Bernapas di Air dan di Darat? Ini Penjelasannya
Ilustrasi katak.

AKURAT.CO Katak dikenal sebagai hewan amfibi yang unik karena mampu hidup di dua habitat sekaligus, yakni air dan darat.

Kemampuan ini membuat katak memiliki sistem pernapasan yang berbeda pada setiap fase pertumbuhannya.

Menariknya, cara katak bernapas saat berada di air tidak sama dengan saat berada di darat. Perubahan ini terjadi seiring proses metamorfosis yang mereka alami.

Lalu, bagaimana sebenarnya katak bernapas? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Hewan Amfibi?

Katak termasuk hewan bertulang belakang (vertebrata) yang dapat hidup di dua lingkungan berbeda, yaitu air dan darat. Hewan dengan kemampuan ini disebut amfibi.

Sebagai amfibi, katak mengalami proses metamorfosis, yakni perubahan bentuk tubuh sejak menetas hingga dewasa.

Katak bermula dari telur, kemudian menetas menjadi larva yang disebut kecebong, lalu berkembang menjadi katak muda, dan akhirnya menjadi katak dewasa.

Berbeda dengan hewan berdarah panas seperti kucing, katak merupakan hewan berdarah dingin (poikiloterm), artinya suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungan.

Ciri-ciri katak antara lain:

  • Kulit tipis, lembap, dan berpori

  • Sistem peredaran darah tertutup

  • Kaki bercabang dengan jari-jari berselaput

  • Biasanya bertelur di tempat yang lembap atau dekat air

Bagaimana Katak Bernapas di Air?

Cara katak bernapas di air bergantung pada tahap pertumbuhannya.

1. Fase Kecebong

Pada tahap awal setelah menetas, katak masih berbentuk kecebong dan hidup sepenuhnya di air.

Kecebong bernapas menggunakan insang luar yang terletak di belakang kepala. Insang ini berbentuk lembaran tipis yang kaya akan pembuluh darah (kapiler), sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran gas.

  • Oksigen dari air diserap melalui insang

  • Karbon dioksida dilepaskan kembali ke air

Seiring pertumbuhan, insang luar menyusut dan digantikan oleh insang dalam yang lebih kecil serta terlindung di dalam tubuh. Pada fase ini, paru-paru mulai terbentuk tetapi belum berfungsi secara optimal, sehingga insang masih menjadi alat pernapasan utama.

2. Fase Katak Muda

Saat memasuki tahap katak muda, paru-paru mulai berkembang dan perlahan mengambil alih fungsi pernapasan.

Namun, ketika berada di air, katak muda tidak hanya mengandalkan paru-paru. Mereka juga bernapas melalui kulit.

Kulit katak yang tipis dan lembap memungkinkan terjadinya difusi:

  • Oksigen masuk melalui permukaan kulit

  • Karbon dioksida keluar melalui kulit

Proses ini membantu katak muda tetap memperoleh oksigen saat masih sering berada di air.

3. Fase Katak Dewasa

Katak dewasa mampu hidup di air maupun di darat.

Saat berada di air, katak dewasa bernapas dengan dua cara:

  • Menggunakan paru-paru untuk menyerap oksigen

  • Menggunakan kulit lembap sebagai alat bantu pertukaran gas

Paru-paru katak memiliki lipatan-lipatan tipis yang memperluas permukaan penyerapan oksigen. Sementara itu, kulit tetap berperan penting, terutama ketika katak berada dalam kondisi diam atau terendam sebagian di air.

Kemampuan bernapas melalui paru-paru dan kulit inilah yang membuat katak dapat bertahan hidup di dua habitat sekaligus.

Kesimpulan

Sistem pernapasan katak berubah seiring pertumbuhannya:

  • Kecebong: bernapas dengan insang

  • Katak muda: bernapas dengan paru-paru dan kulit

  • Katak dewasa: bernapas dengan paru-paru dan kulit yang berfungsi lebih optimal

Kemampuan adaptasi ini menjadikan katak sebagai salah satu contoh hewan amfibi yang unik. Perubahan alat pernapasan selama metamorfosis memungkinkan katak hidup dan bertahan di lingkungan air maupun darat dengan efektif.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.