AKURAT.CO Generasi Z, yang kerap dianggap sebagai generasi yang inovatif dan adaptif, justru semakin sering mendapatkan kabar kurang menyenangkan dari dunia kerja. Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang marak terjadi belakangan ini tak sedikit menimpa para pekerja muda ini.
Menurut laporan Euronews, banyak perusahaan yang memutuskan untuk memberhentikan karyawan dari generasi Z tak lama setelah mereka diterima bekerja.
Studi yang melibatkan 1.000 manajer yang mengawasi pekerja berusia 20-an menunjukkan bahwa satu dari enam manajer menyatakan enggan mempekerjakan Gen Z lagi karena reputasi mereka yang kurang positif.
Baca Juga: Intip Arti Kata Gusy, Bahasa Gaul Gen Z yang Sedang Marak di Media Sosial
Beberapa testimoni menyebutkan bahwa banyak individu yang lahir antara tahun 1997-2000 belum sepenuhnya siap untuk bekerja. Mereka sering kali tidak memahami etika kerja, mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, sulit menerima kritik, dan secara umum belum mampu memenuhi tuntutan pekerjaan.
Berikut adalah alasan mengapa perusahaan memberhentikan karyawan dari generasi Z:
- Kurang motivasi atau inisiatif (50%)
- Tidak cukup profesional (46%)
- Keterampilan organisasi yang lemah (42%)
- Keterampilan komunikasi yang kurang baik (39%)
- Sulit menerima masukan (38%)
- Minim pengalaman kerja yang sesuai (38%)
- Kemampuan memecahkan masalah yang rendah (34%)
- Keterampilan teknis yang tidak mencukupi (31%)
- Tidak cocok dengan budaya perusahaan (31%)
- Kesulitan bekerja dalam tim (30%)
"Banyak lulusan perguruan tinggi baru-baru ini kesulitan memasuki dunia kerja untuk pertama kalinya karena hal itu bisa sangat berbeda dari apa yang biasa mereka alami selama belajar. Mereka seringkali tidak siap menghadapi lingkungan yang kurang terstruktur, dinamika budaya tempat kerja, dan ekspektasi pekerjaan yang mandiri," kata Huy Nguyen, Kepala Penasihat Pendidikan dan Pengembangan Karier Intelligent, dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Euronews.
Baca Juga: Gemala Titip Aspirasi Gen Z Jakarta untuk Pramono-Rano
Berikut adalah 11 cara agar Gen Z bisa diterima dan disukai:
- Tunjukkan inisiatif dalam pekerjaan
- Bersikap optimis
- Perlihatkan etos kerja yang baik
- Bersedia beradaptasi dengan lingkungan
- Terbuka terhadap kritik dan saran
- Disiplin waktu dan dapat diandalkan
- Memiliki keterampilan teknis yang kuat
- Mampu berinteraksi dengan baik
- Memiliki pengalaman magang atau kerja
- Gunakan media sosial secara bijak
- Hindari topik politik
(Maulida sahla sabila)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 6Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 7India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 8Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan








