Jarang Orang Tahu, Ternyata Ini Perbedaan Hijab Dengan Jilbab

AKURAT.CO, Jilbab dan hijab adalah dua istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada penutup kepala dalam dunia fashion Islam. Untuk itu, kamu perlu tahu beberapa perbedaan jilbab dengan hijab.
Meskipun keduanya bertujuan untuk menutup aurat dan mencerminkan nilai-nilai keagamaan, mereka memiliki perbedaan yang signifikan dalam makna, penggunaan, dan konteks budaya.
Berikut ini perbedaan jilbab dengan hijab yang telah dikutip dari berbagai sumber, Rabu (6/9/2023).
Baca Juga: Hindari, 5 Bahan Hijab Ini Bisa Bikin Bau Apek
Perbedaan Jilbab Dengan Hijab
1. Perbedaan Makna
Jilbab adalah kata Arab yang secara harfiah berarti penutup atau selimut. Dalam konteks agama Islam, jilbab merujuk pada pakaian yang mencakup seluruh tubuh, kecuali wajah dan tangan yang digunakan oleh wanita Muslim.
Jilbab menciptakan lapisan penutup tambahan di atas pakaian sehari-hari untuk memenuhi persyaratan berpakaian Islam yang sesuai.
Di sisi lain, hijab adalah istilah yang lebih umum dan luas. Ini mencakup konsep penutupan dan dalam konteks berpakaian, hijab merujuk pada penutup kepala.
Hijab dapat mencakup berbagai gaya dan desain, termasuk jilbab. Namun, hijab juga bisa mengacu pada penutup kepala sederhana, seperti kerudung atau selendang.
2. Bentuk dan Penggunaan
Jilbab memiliki bentuk yang lebih khusus. Biasanya, jilbab terdiri dari pakaian panjang yang menutupi seluruh tubuh dan selendang besar yang digunakan untuk menutupi kepala dan dada.
Beberapa wanita memilih untuk mengenakan jilbab dengan mantel atau pakaian luar lainnya untuk menambah lapisan perlindungan.
Hijab adalah istilah yang lebih umum dan fleksibel. Hijab bisa merujuk pada segala bentuk penutup kepala, mulai dari kerudung sederhana yang menutupi rambut hingga selendang atau syal yang melilit kepala.
Penggunaan hijab dapat bervariasi berdasarkan preferensi pribadi, budaya, dan mode.
3. Variasi Dalam Budaya dan Gaya
Perbedaan utama antara jilbab dan hijab juga dapat ditemukan dalam variasi budaya dan gaya.
Jilbab biasanya lebih umum digunakan di beberapa negara yang memiliki tradisi Islam yang kuat, seperti Arab Saudi atau Iran. Jilbab sering memiliki pola dan desain yang khas untuk wilayah tertentu.
Hijab sering lebih fleksibel dan beragam dalam penampilan. Di negara-negara dengan populasi muslim yang beragam, seperti Indonesia atau Turki, kamu akan menemukan berbagai gaya dan warna hijab yang mencerminkan keragaman budaya dan selera fashion lokal.
4. Kepopuleran
Hijab telah menjadi simbol keterbukaan dan integrasi dalam budaya global. Banyak wanita muslim di seluruh dunia memilih untuk mengenakan hijab dalam berbagai bentuk sebagai ekspresi identitas keagamaan mereka.
Ini telah mendapatkan perhatian dalam dunia fashion dan industri kecantikan, dengan banyak desainer dan merek menghadirkan pilihan hijab yang beragam.
Di sisi lain, jilbab mungkin kurang dikenal secara global dan lebih terkait dengan tradisi khas beberapa wilayah.
Meskipun begitu, jilbab tetap merupakan pilihan berpakaian penting bagi wanita muslim yang mematuhi aturan berpakaian Islam yang ketat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








