Akurat Logo

5 Tips Sukses Interview Kerja, Dijamin Auto Diterima

Sabdi Imanuel Manuleus | 13 Agustus 2022, 09:01 WIB
5 Tips Sukses Interview Kerja, Dijamin Auto Diterima

AKURAT.CO,Sekarang ini untuk mendapatkan pekerjaan menjadi sesuatu yang sangat sulit, bahkan sebelum kamu diterima maka kamu harus melewati fase interview kerja. 

Dan banyak dari para pencari kerja yang gagal dalam tahap ini.

Interview kerja adalah wawancara kerja adalah percakapan yang terjadi antara pemberi pekerja dan pelamar kerja, di mana kedua pihak mencoba untuk belajar lebih banyak tentang satu sama lain.

Tahap wawancara atau interview merupakan tahap terpenting yang akan menentukan masa depan karier. 

Bukan hanya momen yang menentukan apakah akan menerima atau tidak, pada tahap ini juga ada diskusi yang menentukan tugas umum pekerjaan, ketentuan kontrak kerja hingga kemungkinan gaji.

Nah, untuk itulah kamu harus memanfaatkan kesempatan wawancara ini sebaik mungkin, walau kamu akan mengalami perasaan grogi, tetapi kamu dapat lakukan tips sukses ini agar berhasil dalam interview kerja.

1. Datang 30 menit sebelum wawancara dimulai

Pepatah yang benar untuk mempersiapkan wawancara kerja adalah dengan mempersiapkan segalanya dengan baik. 

Dengan kata lain, kamu harus siap untuk apa pun yang perlu dilakukan atau dilibatkan. Misalnya, jika wawancara dijadwalkan pada pukul 10.00 pagi, maka kamu harus sudah ada pada lokasi interview setengah jam sebelum wawancara di mulai.

Katakanlah memiliki 30 menit berkendara ke lokasi wawancara, kemungkinan lain ada kemacetan lalu lintas, kamu ketinggalan bus atau terjebak dalam hujan lebat. 

Untuk melindungi diri maka kamu harus berada di tempat wawancara 30 menit sebelum jadwal yang ditentukan. 

Lebih baik menunggu daripada terlambat dan membuat kesan buruk dengan meminta perekrut menunggu. 

Sambil menunggu giliran, kamu juga bisa istirahat sejenak untuk menenangkan diri agar tidak gugup, atau melakukan persiapan lain seperti membersihkan pakaian.

2. Cari informasi perusahaan yang komprehensif

Selain kualifikasi dan keterampilan yang dimiliki seorang kandidat, perekrut juga lebih memilih kandidat yang menunjukkan kepribadian, perilaku dan nilai-nilai yang tepat untuk perusahaan. 

Perekrut akan menentukan apakah aspek-aspek tersebut sesuai dengan tujuan perusahaan. 

Selain itu, aspek ini akan menentukan apakah kamu adalah kandidat yang dapat beradaptasi dan mengikuti budaya kerja perusahaan. 

Oleh karena itu, penting untuk mengunjungi website perusahaan untuk mempelajari tentang visi dan misi perusahaan.

Nilai-nilai yang berpihak pada perusahaan dan karyawannya, bagaimana seluruh industri perusahaan bekerja. 

Jika kamu memiliki kecocokan dalam berbagai aspek tersebut, peluang kamu  untuk lolos tahap wawancara kerja akan terbuka lebar.

3. Sesuaikan tampilan dengan posisi 

Setelah menemukan informasi sebanyak mungkin tentang perusahaan tersebut, pastikan kamu memperhatikan dress code yang harus dikenakan. Beberapa pekerjaan mungkin tidak berisi informasi ini. 

Namun, jika kamu meneliti latar belakang perusahaan, maka akan tahu pakaian apa yang dapat diterima untuk menghadiri wawancara. 

Jangan sampai salah kostum! Karena itu tidak hanya memengaruhi kepercayaan diri, tetapi juga kesan yang dimiliki perekrut terhadap.

Kenakan pakaian yang nyaman, sopan, dan berukuran pas agar bisa fokus menjawab pertanyaan. Pastikan juga kamu memakai sepatu tertutup, bukan sandal.

4. Pahami pro dan kontra saat mempresentasikan diri 

Setiap posisi pekerjaan memiliki persyaratan dan kualifikasi yang harus dipenuhi pelamar untuk melakukan tugas yang tercantum dalam deskripsi pekerjaan. 

Kamu harus mengidentifikasi kekuatan dan potensi yang ditawarkan sebagai bentuk kontribusi bagi pembangunan masyarakat.

Ini juga mencakup berbagai keterampilan yang dicari perusahaan pada karyawan mereka. 

Buatlah ringkasan pencapaian, penghargaan yang diterima untuk pengalaman kerja sebelumnya, sertakan contoh surat pengalaman kerja, bahkan testimoni dari rekan kerja dan atasan sebagai persiapan jika ada pertanyaan yang mengarah ke sana nanti. 

Jadi ketika seorang perekrut meminta untuk mempresentasikan diri di sebuah wawancara, maka kamu siap untuk menunjukkan kualitas dan potensi diri.

5. Mengatasi kekurangan sebagai potensi

Setelah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan, akan lebih mudah bagi kamu untuk menyusun tanggapan wawancara yang mengarah pada hal-hal positif. 

Jika pertanyaan yang diajukan tampaknya mencerminkan kekurangan, maka kamu dapat mengubah cara menjawabnya.

Alih-alih secara terbuka mengakui kekurangan, kamu dapat menggunakannya sebagai motivasi untuk perbaikan diri yang lebih baik di masa depan. 

Contohnya adalah sebagai berikut:

"Apakah kamu orang yang multitasking?" maka kamu dapat menjawab, “Kinerja saya akan lebih efisien dan maksimal ketika saya fokus pada satu tugas pekerjaan dalam satu waktu. Ini memungkinkan saya untuk menyelesaikan tugas lebih cepat sehingga saya dapat melanjutkan ke tugas lain."

"Apakah kamu tipe orang yang bisa memimpin tim?"

Kamu dapat menjawab, "Jika saya mendapat kepercayaan dari manajemen, saya akan dengan senang hati menerima posisi ini agar saya dapat terus mengasah kemampuan kepemimpinan saya."[]

  

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.