Akurat Logo

Ini Bedak Pilihan Dokter Bagi Pemilik Kulit Berjerawat

Iqbal Rizkyka | 21 Februari 2022, 05:05 WIB
Ini Bedak Pilihan Dokter Bagi Pemilik Kulit Berjerawat

AKURAT.CO Kulit berjerawat membuat kamu rewel dalam pemilihan produk kosmetik, termasuk bedak.

Sebab, salah pilih produk, bisa membuat jerawatmu menjadi bertambah parah. 

Menurt Dokter Spesialis Dermatologi dan Venerologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yakni Irma Bernadette S. Sitohang, menyarankan orang dengan kulit berjerawat menggunakan bedak tabur ketimbang bedak berbentuk padat atau compact powder. 

“Untuk orang yang memiliki kulit berjerawat jangan menggunakan bedak compact. Sebab, bedak compact bisa menyebabkan kulit lebih berminyak dan merangsang pertumbuhan jerawat dan lebih baik yang menggunakan jenis bedak tabur," ujar Irma melalui keteranag pers, dikutip pada Senin (21/2/2022). 

Menurut Irma, jika kamu sedang melakukan proses terapi penyembuhan jerawat, sebaiknya menggunakan produk yang sudah disarankan oleh dokter. 

Lalu, apabila ingin menggunakan jenis kosmetik tertentu harus dikonsultasikan ke dokter. 

Seperti diketahui, jerawat disebabkan hormon androgen, yakni ketika hormon androgen terbentuk lalu memengaruhi sel sebocyte yang berada di kelenjar minyak, sehingga menyebabkan sel-sel di dalamnya besar atau bertambah banyak dan menyebabkan produksi minyak. 

Selain sel sebocyte, ada juga sel keratinoscyte yakni sel-sel yang ada pada lapisan kulit lapisan atas atau kulit ari. Hormon androgen memengaruhi sel ini sehingga menyebabkan sel keratinoscyte menjadi lengket dan susah lepas. 

"Ketika sel keratinoscyte lengket dan bertambah banyak ditambah produksi minyak, maka akan terjadi sumbatan," papar Irma. 

Irma menambahkan, sumbatan inilah yang disebut sebagai komedo dan ketika komedo terpapar oleh kuman maka akan terjadi inflamasi atau peradangan. Peradangan tersebut yang kemudian dikatakan jerawat. 

Jumlah kasus jerawat banyak terjadi pada remaja. Umumnya jerawat pertama kali muncul pada usia 12 – 15 tahun.

Berdasarkan jenis kelamin, jumlah kasus jerawat pertama muncul pada usia 14 – 17 tahun untuk perempuan dan 16-17 tahun untuk laki-laki.

Puncak keparahan jerawat biasanya terjadi pada usia 17 – 21 tahun dan 85 persen kasus akne ini akan sembuh pada usia 25 tahun,

Sementara ,15 persen sisanya, jerawat dapat menetap sampai dengan usia 49 tahun bahkan lebih. 

Faktor genetik juga berperan penting pada pertembuhan jerawat, karena apabila seseorang memiliki keluarga yang memiliki riwayat jerawat, maka biasanya dapat diturunkan ke generasi berikutnya.

Irma mengatakan, dalam mendiagnosis seorang pasien memiliki jerawat, dokter umumnya akan melakukan dengan dua hal, yaitu anamnesis yakni bertanya langsung kepada pasien dan pemeriksaan fisis atau mengecek secara langsung kondisi kulit pasien. 

“Apabila seorang dokter melakukan pemeriksaan selain dua hal tersebut, ada kemungkinan yang terjadi bukan akne," kata Irma. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.