Mengenal Batu Ambar atau Muntahan Paus, Bahan Minyak Wangi Berharga Selangit

AKURAT.CO, Sebelum bangsa Portugis datang ke Indonesia dengan tujuan berburu rempah, terdapat komoditi atau barang dagang dengan nilai jual yang cukup fantastis. Benda tersebut dikenal dengan batu ambar (ambergris).
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Bona Beding selaku Budayawan, dalam acara Pekan Kebudayaan Nasional, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, (10/9).
"Batu ambar dahulu kala itu merupakan bahan utama untuk membuat minyak wangi yang dijual untuk kalangan kerajaan," katanya, kepada AkuratTren.
Kelebihan batu ambar adalah batu ini memiliki aroma yang sangat harum. Bahkan bila dibakar secuil saja, aromanya akan tercium semerbak saat tertiup angin.
Lanjut Bona, nilai jual batu ambar sendiri menginjak angka 1 Miliar rupiah untuk sebiji liontin. Mahalnya nilai tersebut dikarenakan melalui proses pembekuan yang terjadi didalam tubuh ikan paus sperma.
"Batu ini mengalami pembekuan di tubuh ikan puas. Kalau orang lokal biasanya menyebut seperti muntahan paus," lanjutnya.
Paus tersebut tergolong paus bergigi, sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia yang memiliki bahan putih susu spermaceti pada kepalanya.
Meski demikian, tidak semua jenis ikan paus memiliki batu ambar ini. Hanya 14 jenis paus yang diketahui memiliki kemampuan untuk memproduksi batu tersebut.
Namun kini, batu ambar semakin sulit didapatkan, karena sulitnya berburu paus. Di Indonesia sendiri sudah lama ditinggalkan.
"Sekarang itu lebih lebih menggunakan kayu cendana, karena memiliki aroma yang harum ketika dibakar," tandasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK




