AKURAT.CO, Botox dan filler merupakan dua jenis perawatan yang digunakan untuk mempercantik tampilan wajah. Meski keduanya dilakukan dengan suntikan, rupanya ada beberapa perbedaan botox dan filler yang harus kamu ketahui sebelum melakukannya.
Dengan botox dan filler kamu bisa menghilangkan kerutan, garis-garis halus wajah dan lipatan yang membuat penampilan kurang menarik. Dua perawatan ini juga lebih ramah pemula dibandingkan operasi plastik yang mahal, invasif, dan membutuhkan waktu lama untuk sembuh.
Lantas manakan yang lebih baik antara botox dan filler? Simak perbedaannya berikut ini.
Baca Juga: Mau Suntik Putih? Pahami Efek Samping Dan Bahan Yang Digunakan
Mengenal Botox dan Filler Wajah
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, Rabu (6/9/2023) botox dan filler wajah bekerja dengan cara yang amat berbeda.
Botox adalah bentuk bakteri clostridium botulinum yang dimurnikan. Dalam dosis yang jauh lebih tinggi, toksin botulinum menyebabkan botulisme. Namun dalam dosis kecil, kandungannya memblokir saraf, menyebabkan otot yang disasar melemah.
Botox memang lebih banyak digunakan dalam dunia kosmetik tapi sebenarnya juga dapat meredakan nyeri dan membantu mengatasi masalah yang disebabkan oleh gangguan otot. Dalam beberapa kasus, botox diterapkan mengatasi migrain, kandung kemih terlalu aktif, dan nyeri yang disebabkan oleh gangguan sendi temporomandibular (TMJ).
Sedangkan filler wajah adalah implan cair yang disuntikkan ke kulit, bukan otot, untuk mengencangkan dan menghaluskan fitur wajah. Cairan yang dipakai sebagai isi filler bisa berbeda termasuk asam hialuronat hingga polimetilmetakrilat (PMMA), yang juga berdampak pada daya tahannya.
Kadang kala, dokter juga akan memanfaatkan lemak dari tubuh pasien untuk menutupi kerutan, yang disebut autologus fat grafting.
Perbedaan Botox dan Filler Wajah
Ternyata botox dan filler punya perbedaan dalam hal kegunaan, prosedur, bahan, perawatan, dan efek samping.
1. Beda Kegunaannya
Botox dan filler memang sama-sama dapat digunakan untuk mengurangi kerutan dan garis halus di wajah.
Namun, kedua perawatan ini memiliki kegunaan lain yang sedikit berbeda.
- Botox
Perawatan kulit yang satu ini umumnya digunakan untuk mengobati gangguan neurologis yang menyebabkan kelemahan otot.
Secara spesifik botoks memang dapat menghilangkan masalah kerutan akibat penuaan kulit yang biasanya muncul di sekitar mata, mulut, dan di antara kedua alis.
Namun, botox tidak digunakan untuk mengatasi munculnya garis halus yang disebabkan oleh kerusakan kolagen.
- Filler
Perawatan wajah menggunakan filler bertujuan mengisi jaringan lunak di bawah permukaan kulit untuk menambah volume pada bagian wajah tertentu.
Biasanya filler digunakan untuk menambah volume pada pipi, bibir, dan sekitar mulut yang menipis akibat penuaan.
Terkadang, filler juga digunakan untuk perawatan tangan atau untuk mengurangi munculnya bekas luka di area tubuh lain kecuali payudara.
2. Beda Bahannya
Selain beda kegunaannya, botox dan filler memiliki perbedaan dari bahan pembuatannya.
- Botox
Botox menggunakan toksin protein dari bakteri Clostridium Botolinum yang akan disuntikkan ke dalam kulit.
- Filler
Perawatan filler menggunakan beberapa bahan yang dapat berbeda-beda sesuai dengan masalah kulit yang dialami.
Berikut ini beberapa bahan cairan filler yang aman digunakan.
- Kalsium hidroksiapatit: senyawa mirip mineral yang ditemukan di tulang.
- Asam hialuronat: bahan yang ditemukan di cairan dan jaringan di dalam tubuh untuk
- menambah kekenyalan kulit.
- Asam polilaktik: bahan yang dapat merangsang kulit untuk memproduksi lebih banyak kolagen.
- Polyalkylimide: berbentuk gel transparan untuk mengurangi kerutan.
- Polymethyl-methacrylate microspheres (PMMA): filler yang bersifat semi-permanen.
3. Beda Prosedur dan Cara kerjanya
Perbedaan botox dan filler selanjutnya terletak pada prosedur.
Meski sama-sama disuntikkan ke kulit, botox dan filler bekerja dengan cara berbeda.
- Botox
Dokter akan menyuntikkan botox dalam dosis kecil ke area kulit dengan menggunakan jarum suntik. Jika diperlukan, dokter mungkin akan memberikan obat bius agar area suntikan jadi mati rasa.
Botox bekerja dengan menghambat sinyal saraf di dalam otot dan membuatnya lebih rileks. Alhasil, kulit menjadi lebih kencang dan garis halus pun tersamarkan. Namun, hasil dari perawatan botox tidak bisa kamu lihat secara instan. Setidaknya, perawatan ini membutuhkan beberapa hari untuk memberikan efek pada kulit.
- Filler
Sebelum melakukan prosedur ini, dokter akan menanyakan riwayat alergi atau penggunaan obat-obatan yang dikonsumsi.
Setelah itu, dokter akan membersihkan wajah, memberikan anestesi ringan, kemudian menyuntikkan filler ke lapisan bawah kulit. Tak seperti botox, filler menawarkan hasil yang bisa kamu lihat langsung setelah prosedur selesai.
4. Beda Perawatannya
Setelah prosedur perawatan dijalani, kamu juga perlu memperhatikan beda perawatan pascatindakan botox dan filler.
- Botox
Kamu biasanya akan diperbolehkan pulang langsung setelah prosedur selesai. Namun, dokter mungkin akan menyarankan untuk menghindari aktivitas berat yang dapat membuat kamu mengeluarkan keringat berlebih, seperti saat olahraga.
Selain itu, kamu sebaiknya tidak menekan atau menggosok area yang disuntik botox untuk mencegah timbulnya efek samping. Kamu juga akan disarankan untuk mencuci area tersebut dengan air hangat selama 24 jam dan menghindari paparan cahaya matahari langsung selama beberapa hari.
- Filler
Umumnya, kamu dapat langsung beraktivitas seperti biasa setelah mendapatkan perawatan ini. Perawatan lainnya pun tidak jauh berbeda dengan perawatan kulit setelah suntik botox. Namun, dokter mungkin akan memberitahu untuk tidak menyentuh area kulit yang nantinya akan terlihat memar dan bengkak ringan.
Pasalnya, kondisi ini merupakan hal yang wajar terjadi pasca perawatan filler. Kompres dingin mungkin dapat membantu meredakan tampilan memar dan bengkak tersebut.
5. Beda Efek Sampingnya
Ada juga perbedaaan efek samping antara botox dan filler yang mungkin terjadi.
- Botox
Menurut situs American Academy of Ophthalmology, perawatan botox biasanya hanya dilakukan pada orang yang sehat atau tidak memiliki riwayat masalah kesehatan serius.
Hal ini dilakukan untuk menghindari risiko efek samping berikut:
- Memar di area suntikan.
- Kelopak mata turun seperti mengantuk dalam beberapa minggu.
- Mata merah dan iritasi.
- Sakit kepala.
Selain itu, perawatan botox tidak disarankan bila kamu dalam kondisi hamil atau menyusui, punya masalah kulit tertentu, dan mengalami multiple sclerosis.
- Filler
Penggunaan filler disebut-sebut dapat menimbulkan efek samping yang lebih serius daripada botox.
Beberapa efek samping filler yang perlu diwaspadai, meliputi:
- Reaksi alergi
- Memar
- Infeksi
- Gatal-gatal
- Mati rasa
- Kulit kemerahan
- Jaringan parut.
Meski demikian, tidak semua orang akan mengalami efek samping ini.
Itulah informasi mengenai botox dan filler wajah, sebelum memilih antara botox dan filler, pastikan kamu telah berkonsultasi dengan dokter khusus kulit dan kecantikan supaya perawatan kamu aman ke depannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK




