Akurat

Tak Sama, Fakta Unik Jam Makan Malam Di Berbagai Negara

| 13 Juli 2023, 15:00 WIB
Tak Sama, Fakta Unik Jam Makan Malam Di Berbagai Negara

AKURAT.CO Keunikan budaya kuliner tiap negara tercermin dari berbagai hal. Soal makan malam, di beberapa negara, masyarakatnya menikmati mulai pukul 9 malam.

Zaman dahulu orang-orang makan hanya dua kali, di mana makan utama dilakukan pada malam hari setelah matahari tenggelam. Waktu makannya bisa dibilang diatur oleh alam.

Namun seiring perkembangan zaman, negara di berbagai dunia mengadopsi konsep makan tiga kali sehari. Waktu makannya terbagi atas sarapan, makan siang dan makan malam.

Waktu yang paling umum dikenal untuk makan malam biasanya sekitar pukul 18.00 sampai 19.00. Namun faktanya tak semua negara mengadopsi waktu makan tersebut.

Jam Makan Malam di Berbagai Negara

1. Spanyol

Orang Spanyol punya budaya menikmati makan malam lebih larut dari mayoritas negara lain karena baru mulai pukul 9-10 malam. Hal ini lantaran waktu istirahat makan siang mereka yang panjang, bahkan mencapai dua jam. Tak hanya makan, mereka juga sambil mengobrol dan bersantai.

Selain itu, orang Spanyol menganggap makan malam bukan sekadar kegiatan mengisi perut, melainkan waktu bersosialisasi. Tak heran kalau banyak restoran di Spanyol baru menawarkan menu mereka sekitar pukul 9-10 malam.

2. Prancis

Budaya makan malam lebih larut juga terlihat di Prancis. Biasanya mereka baru memulai pukul 8 hingga 9 malam. Salah satunya dipengaruhi waktu kerja mereka yang bukan '9 to 5', melainkan mulai pukul 10 pagi sampai 6 sore.

Setelah itu biasanya mereka pulang, beristirahat sebentar, baru menikmati makan malam. Menu yang dipilih ringan seperti roti dengan sup atau salad lalu ditutup keju atau yoghurt sebagai penutupnya.

3. China

Kebanyakan keluarga di China menikmati makan malam pukul 6 sore. Mereka berkumpul menikmati nasi dengan aneka lauk pauk yang menjadi comfort food.

Waktu paling ditunggu-tunggu orang China yang bekerja keras seharian karena ini menjadi momen mereka kumpul dan terkoneksi satu sama lain. Sementara untuk restoran di China, jam terpadat mereka sekitar pukul 19.00.

4. Amerika Serikat

Dibanding kebanyakan negara lain di Eropa, di Amerika Serikat waktu makan malamnya lebih cepat yaitu pukul 6-7 malam. Ini terkait nilai historis mereka di mana dulu sebelum revolusi industri, mereka memang makan sangat awal.

Namun kini banyak milenial di Amerika Serikat tak mengikuti konsep makan malam lebih awal. Mereka kerap kali makan lebih malam karena terkait gaya hidup.

5. Norwegia

Di Norwegia jangan kaget jika melihat orang-orang makan malam sangat awal, bahkan sekitar pukul 4-5 sore. Hal ini dipengaruhi kebiasaan masyarakat Norwegia zaman dulu yang banyak bertani. Mereka habiskan banyak waktu melelahkan bekerja di ladang hingga memutuskan makan lebih awal.

Sampai sekarang, tradisi makan malam lebih awal ini masih jamak dilakukan. Mereka kerap pulang kerja lebih cepat untuk menyiapkan makan di rumah. Selain itu, mereka juga sering menikmati kveldsmat alias makan malam ringan pukul 8-10 dengan menu roti atau biskuit beroles selai simpel.

6. Australia

Banyak generasi sekarang di Australia mendobrak kebiasaan makan larut dengan memilih santap malam lebih awal. Hal ini dipengaruhi perubahan gaya hidup hingga dorongan hidup lebih sehat.

Biasanya orang Australia makan malam sekitar pukul 5-7. Setelahnya mereka menghabiskan waktu dengan olahraga atau bersantai.

7. Inggris

Budaya do negara ini berlangsung pukul 6.30 hingga 8 malam. Semua berawal dari abad 19, di mana orang-orang saat itu menganggap makan malam sebagai waktu makan utama harian.

Sebutan makan malam di Inggris ada dua yaitu dinner atau tea. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh di wilayah mana topik diperbincangkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.