Dihuni Tiga Generasi, Ini Penampakan Rumah Mungil Town House dengan Kebun Sayur di Lantai Empat

AKURAT.CO, Beberapa tahun terakhir, tren rumah di berbagai wilayah urban mengalami perubahan. Tipe Town house atau Row house dengan ukuran memanjang ke belakang menjadi lebih populer. Penyebabnya sangat beragam, tetapi cara ini digadang menjadi solusi terbaik untuk memecahkan masalah perkotaan seperti bising hingga polusi udara.
Salah satu rumah tersebut adalah Town house yang ada di Vietnam. Memiliki ukuran 5x16 meter, rumah yang didesain oleh k59 Atelier ini menggunakan tanaman untuk mengatasi polusi udara. Dengan menempatkan di fasad depan dan paling belakang, taman mini ini juga memberikan ruang yang luas bagi cahaya untuk masuk ke dalam rumah dengan lebih leluasa.
Selain penggunaan taman untuk mengatur cahaya yang masuk, rumah ini juga menggunakan tembok beton di seluruh dindingnya. Penggunaan dinding beton tersebut memberikan kesan lebih alami serta membuat ventilasi udara juga lebih nyaman untuk mengalir di seluruh ruangan di empat lantai rumah ini.
Meski hanya memiliki lebar 5 meter, rumah ini juga memiliki garasi yang cukup untuk satu mobil. Setelah melewati garasi, tamu akan disambut dengan dapur dan ruang makan sekaligus. Penataan ini sangat khas bagi rumah mini. Menuju ke belakang, ada juga tempat berkumpul. Sedangkan di lantai pertama bagian paling belakang terdapat ruang tidur lengkap dengan kamar mandi dan taman kecilnya.
Tangga ditempatkan di antara tempat makan dan ruang bertemu di lantai satu. begitu sampai di lantai dua, ruangan luas serta cahaya melimpah akan langsung terasa. Di bagian belakang lantai dua ini terdapat kamar anak dengan bagian paling belakang adalah kamar mandi. Sedangkan di bagian tengah terdapat ruang belajar yang ditempatkan menempel di dinding, dilengkapi dengan meja panjang serta sejumlah rak. Di bagian depan lantai dua ini terdapat ruang keluarga yang mendapat limpahan cahaya serta sejuk karena adanya taman mini di fasadnya.
Lantai ketiga adalah tempat bagi orang tua, dibuat sedikit menjorok ke belakang. Kamar tidur utama berada di bagian tengah lantai. Sedangkan di bagian paling belakang lantai ada kamar mandi luas lengkap dengan bathtubnya. Kamar mandi ini juga memiliki taman mini di bagian belakang, serta berfungsi sebagai tempat laundry. Tak hanya itu, bagian kamar mandi ini mendapatkan pencahayaan yang melimpah karena atapnya yang transparan.
Sedangkan di lantai paling atas terdapat tempat bersantai. Lantai keempat rumah ini digunakan sebagai tempat bertemu dan beraktivitas di rumah. Di lantai teratas ini terdapat satu taman kecil di bagian belakang. Di tengah ada tempat untuk beribadah di samping beranda atau tempat untuk bersantai lengkap dengan kursi outdoor-nya.
Meski seolah tidak ada lahan untuk berkebun, ternyata rumah minimalis ini memiliki lahan yang cukup untuk memproduksi sumber makanannya sendiri. Di lantai empat ini terdapat kebun mini yang ditempatkan di bagian depan. Kebun ini ditanami sejumlah sayuran dan buah-buahan. Luasnya pun cukup lega bagi sebuah rumah minimalis.
Meski menggunakan konsep Town House, rumah ini sanggup menampung tiga generasi. Dari luar, rumah ini memang terlihat biasa saja, bahkan cenderung membosankan karena tidak terlalu mencolok di lingkungan sekitarnya. Hal ini karena arsitek fokus pada berbagai aktivitas yang dilakukan oleh anggota keluarganya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini




