Mengenal Sukhothai, Pusat Kota di Thailand Sebelum Bangkok yang Kaya Akan Sejarah

AKURAT.CO Sukhothai, sebagai ibu kota pertama Kerajaan Thailand sebelum Bangkok, dikenal dengan monumen-monumennya yang indah serta mencerminkan awal arsitektur Thailand.
Peradaban maju di Kerajaan Sukhothai menyerap berbagai pengaruh dan tradisi lokal, menghasilkan penyatuan cepat elemen-elemen ini yang membentuk 'gaya Sukhothai'.
Setelah memperoleh kemerdekaan dari kerajaan Khmer di Angkor (Kamboja) pada abad ke-13, Sukhothai menjadi pusat bagi kerajaan Siam yang pertama.
Baca Juga: Indosat Layani Puncak Lonjakan Trafik Data 8,9 Persen di Libur Nataru 2024
Kota ini berkembang dengan membentuk aliansi dengan kerajaan-kerajaan Thai lainnya, mengadopsi Buddha Theravada sebagai agama negara dengan bantuan biksu dari Sri Lanka.
Di bawah pemerintahan Ramkhamhaeng, Sukhothai mencapai masa keemasan pada puncak kemakmurannya.
Pada masa keemasannya, Sukhothai terbentang dengan meliputi wilayah yang luas, termasuk Martaban (kini Myanmar) hingga Luang Prabang (kini Laos), dan ke selatan hingga Semenanjung Malaysia hingga Nakhon Si Thammarat (Tambralinga).
Baca Juga: Jadi Tempat Rizal Ramli Tutup Usia, Begini Sejarah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM Jakarta
Namun, pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16, Sukhothai mengalami kemunduran dan perlahan ditinggalkan, setelah munculnya kota Ayutthaya di bawah Dinasti Tai.
Saat ini, bekas ibu kota Thailand ini telah diubah menjadi Sukhothai Historical Park, yang merupakan Situs Warisan Sejarah Dunia UNESCO.
Tips Mengunjungi Sukhothai Historical Park
Taman Sejarah Sukhothai meliputi area seluas sekitar 70 kilometer persegi dan berisi lebih dari 190 reruntuhan bersejarah.
Baca Juga: Prabowo-Gibran Berpeluang Memenangkan Pilpres Satu Putaran, Berikut Analisanya
Disarankan untuk mengunjungi park ini pada pagi hari karena cuaca akan sangat panas saat di tengah hari.
Pengunjung juga disarankan membawa air, tabir surya, serta memakai pakaian tipis dan sepatu yang nyaman saat berkeliling kompleks ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun
- 10Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara









