AKURAT.CO, Destinasi wisata adat masyarakat Baduy di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten kembali dibuka dan siap menerima kunjungan wisatawan.
Sebelumnya, pemukiman Baduy Dalam ditutup sementara untuk wisatawan karena ada ritual Kawalu selama tiga bulan.
Perlu diingat, wisatawan wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.
Kasus penyebaran virus corona memang sudah melandai secara nasional, hal ini tetap penting demi menjaga keamanan dan keselamatan semua pihak.
"Sekarang boleh wisatawan berkunjung ke pemukiman Baduy," kata Kepala Desa Kanekes Kabupaten Lebak yang juga tetua adat Jaro Saija, dikutip AKURAT.CO, Jumat (29/4/2022).
Tentu saja, masyarakat Baduy juga tetap menerapkan peraturan yang sebelumnya berlaku.
Ya, wisatawan dilarang membawa peralatan elektronik dan tidak boleh mengambil gambar.
Selain itu, semua orang wajib menjaga lingkungan dan alam, termasuk tidak membuang sampah sembarangan.
"Kami berharap wisatawan dapat mematuhi aturan adat itu," pesan Saija.
Selama liburan Lebaran, Banten ditargetkan bakal kedatangan sekitar 500 ribu wisatawan dengan tujuan enam destinasi wisata, termasuk pemukiman masyarakat Baduy.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan pengamanan di sekitar lokasi.
Bhakan Pokdarwis, Balawista, komunitas wisata juga akan berpartisipasi untuk menjaga kenyamanan dan keamanan para wisatawan.
"Kami optimistis dengan target wisatawan itu dipastikan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, " ujar Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Lebak Usep Suparno.
Sebelumnya pemukiman Baduy Dalam yang tersebar di Kampung Cibeo, Cikeusik dan Cikawartana ditutup untuk ritual Kawalu.
Selama menjalankan ritual itu, wisatawan dilarang untuk masuk ke kawasan permukiman masyarakat Baduy selama tiga bulan.
Bahkan masyarakat Baduy sendiri tidak boleh menggelar acara apa pun yang menimbulkan keramaian, baik pernikahan atau sunatan.
Ritual Kawalu merupakan ungkapan rasa syukur yang diwujudkan dengan berpuasa. Masyarakat Baduy membersihkan diri dari hawa nafsu dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ritual ini dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun, yakni pada bulan Kasa, Karo, dan Katiga.
Beberapa ritual lainnya dalam perayaan Kawalu adalah pembacaan mantra oleh puun (kepala adat Baduy), para wanita membuat saji dan diakhiri dengan makan saji (buka puasa).[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi




