Waspada! Microsleep Saat Berkendara Jarak Jauh Bisa Sebabkan Kecelakaan

AKURAT.CO Salah satu penyebab kecelakaan tertinggi adalah mengantuk saat mengemudi atau yang dikenal dengan microsleep.
Saat mata terpejam sesaat, dalam hitungan detik tersebut apa saja bisa terjadi saat berkendara di jalan raya. Terlebih jika kamu harus berkendara jarak jauh yang meningkatkan potensi microsleep.
Mungkin sebagian dari kamu asing dengan istilah microsleep. Tapi tanpa disadari mungkin kita pernah atau bahkan sering mengalaminya ketika sangat kelelahan. Untuk itu, yuk cari tahu apa itu microsleep.
Apa Itu Microsleep?
Microsleep merupakan suatu kejadian hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa sangat lelah atau mengantuk, pada umumnya kejadian microsleep berlangsung hanya sekitar sepersekian detik hingga 10 detik penuh.
Namun durasi microsleep dapat bertambah lama jika seseorang benar-benar memasuki waktu tidur.
Microsleep bisa terjadi dalam beberapa episode yang berdekatan saat seseorang mencoba dan gagal untuk tetap terjaga. Sering kali dalam microsleep otak membalik dengan cepat antara tertidur dan terjaga.
Jadi, microsleep ini sangat membahayakan ya. Lantas apa saja tanda-tanda kamu mengalami microsleep?
Tanda-tanda Mengalami Microsleep
Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan ada baiknya mengetahui tanda terkena microsleep agar segera beristirahat sejenak.
Berikut ini beberapa tanda seseorang mengalami microsleep:
1. Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala.
2. Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun.
3. Menguap terus menerus
4. Kelopak mata sangat berat
5. Mata berkedip berlebihan
6. Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi
7. Arah kemudi tanpa disadari keluar dari jalur
8. Hilang fokus
9. Menjatuhkan barang yang sedang dipegang
10. Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba.
Penyebab Microsleep
Microsleep sering disebabkan oleh kadar oksigen yang tidak mencukupi. Oleh karena itu, pasokan oksigen saat berkendara jarak jauh sangat penting. Sebab, bila kadar oksigen berkurang, pengendara bisa mengalami rasa kantuk meski durasi perjalanan baru sebentar.
Maka dari itu, pengendara motor disarankan untuk menggunakan helm yang pas, agar asupan oksigen ke otak tercukupi. Khusus, pengendara mobil, bisa memanfaatkan fitur open close air, berupa tombol “undo” di bagian dashboard atau sistem komputerisasi mobil.
Cara Atasi Microsleep Saat Berkendara
Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari microsleep khususnya ketika sedang atau akan berkendara, antara lain:
1. Mengonsumsi kopi
Tidak ada salahnya mengonsumsi kopi jika kamu kurang tidur. Namun ingat, kafein pada kopi butuh waktu 30 menit untuk dapat bereaksi pada tubuh.
2. Beraktivitas
Kamu bisa melakukan aktivitas yang membuat tetap terjaga seperti mengobrol saat berkendara. Berbicara dengan orang lain saat berkendara tentu butuh konsentrasi tinggi. Dengan cara ini kamu bisa mengurangi rasa mengantuk dan mencegah microsleep.
3. Tidur cukup
Ingatlah untuk tetap tidur dengan waktu tidur yang cukup antara 7-9 jam sehari. Tidur cukup dapat membuat pikiran dan badan menjadi lebih segar. Kamu pun bisa terhindar dari microsleep.
4. Istirahat
Bila rasa lelah atau mengantuk selama berkendara terus menerus menyerang segera berhenti dan gunakan waktu untuk tidur sejenak.
Apalagi jika kamu berkendara jarak jauh, maka kamu disarankan beristirahat setiap 1-2 jam sekali.
Nah, itulah sejumlah cara mencegah microsleep saat berkendara.
Ingat, waktu ideal untuk mengemudikan mobil adalah delapan jam sehari, sedangkan untuk sepeda motor durasi ideal mengendarainya dua sampai 2,5 jam. Setelah itu disarankan untuk menepi beristirahat minimal 15 menit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.




