Akurat

Tips Aman Menginap di Airbnb

| 22 Juli 2022, 22:55 WIB
Tips Aman Menginap di Airbnb

AKURAT.CO Platform seperti Airbnb telah menjadi alternatif hotel yang semakin populer. Di era Covid-19, banyak wisatawan lebih memilih opsi untuk menghindari banyak kontak dengan orang lain saat menginap di hotel.

Selain itu, beberapa orang juga mungkin lebih menyukai suasana rumah dibandingkan kamar hotel. 

Akan tetapi, menginap di Airbnb tidak sesempurna bayanganmu. Bagaimana pun juga, Airbnb tidak memiliki housekeeping atau penjaga keamanan yang siap membantumu setiap saat. 

“Jika memiliki masalah di Airbnb, biasanya tidak ada manajer atau karyawan di lokasi atau ruangan lain yang mungkin untuk kunjungi. Jika kamu  bepergian sendiri dan membutuhkan bantuan, hotel biasanya akan memiliki staf 24/7 untuk membantu, sementara Airbnb mungkin tidak," kata  Cheryl Nelson, seorang ahli kesiapsiagaan perjalanan, dikutip AKURAT.CO, Jumat (22/7/2022). 

Menyadari kekurangannya ini, perusahaan seperti Airbnb dan Vrbo telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan, mulai dari melarang pesta hingga menyediakan daftar periksa keselamatan, serta membentuk Koalisi Penasihat Kepercayaan & Keselamatan.

"Memesan akomodasi apa pun, wisatawan perlu memastikan bahwa mereka memahami risiko lingkungan dan mengambil tindakan pencegahan umum yang dilakukan untuk tinggal di mana saja," pesan Jeremy Prout, direktur solusi keamanan di International SOS. 

Berikut ini adalah beberapa tips untuk  menjaga keamanan saat memesan akomodasi ini.

Periksa kamera

Airbnb secara khusus melarang kamera tersembunyi atau alat perekam lainnya dan mewajibkan tuan rumah untuk mengungkapkan keberadaan alat tersebut. Alat perekam juga tidak diizinkan di ruang pribadi seperti kamar tidur dan kamar mandi, meskipun diperbolehkan di area umum.

“Tanyakan kepada tuan rumah apakah ada kamera keamanan,” saran Nelson.

Selain itu, kamu juga harus melakukan pemindaian di dalam rumah untuk memastikan tidak ada kamera tersembunyi. Kamu dapat menggunakan pemeriksa Wi-Fi. Ini berfungsi untuk memeriksa perangkat tidak dikenal yang terhubung ke Wi-Fi.

"Gunakan senter dengan lampu mati untuk mencari pantulan dari lensa kamera. Intip penutup ventilasi dan bukaan lain di dinding tempat kamera kecil bisa disembunyikan. Buka dan periksa alarm asap dan peralatan lain yang dipasang di dinding atau langit-langit," saran Nelson. 

Simpan barang berharga dengan aman

Barang-barang seperti paspor, elektronik, perhiasan, dan barang berharga lainnya harus disimpan di lokasi yang paling aman. Banyak persewaan menyediakan penyimpanan yang aman. Terkadang, kamu mungkin harus membawa brankas portabel dan gembok sendiri. Ini mungkin akan memberikan keamanan ekstra karena hanya kamu yang tahu kodenya.

Jika kamu memiliki mobil yang diparkir di luar, pastikan untuk mengeluarkan barang-barang untuk menghindari pembobolan kendaraan.

Kenali area dan lokasi alat untuk kebutuhan darurat

"Cobalah untuk melihat di mana semua pintu berada dan ujilah. Begitu banyak orang melihat sebuah pintu tetapi mungkin tidak menyadari bahwa itu terkunci, jadi itu bukan jalan keluar jika terjadi kebakaran," ujar Coffey. 

Selama inspeksi, carilah kotak P3K dan alat pemadam kebakaran. Pastikan alat pemadam kebakaran tersebut terisi dan berfungsi. Tanyakan pula kepada pemiliknya tentang detektor asap atau CO di properti.

Kunci keamanan ekstra

"Pertimbangkan apakah masuk akal untuk membawa perangkat keamanan pintu dan jendela tambahan,” kata  konsultan keamanan perjalanan Kevin Coffey.

Coffey mencatat bahwa detektor gerakan portabel tidak terlalu mahal dan dapat memperingatkan kamu jika seseorang mencoba masuk ke pintu atau jendela. Demikian pula, kunci portabel dapat membantu menjagamu tetap aman.

"Bawalah alarm penghenti pintu yang kecil dan portabel,” kata Nelson.

Aktifkan pelacakan

"Aktifkan pelacakan untuk orang yang kamu cintai sehingga mereka dapat melihat di mana tepatnya dirimu berada dan tahu apa yang terjadi. Kamu harus melakukan ini terutama jika kamu seorang solo traveler," kata Coffey. 

Selain itu, sebelum tiba di suatu lokasi, pastikan kamu juga sudah siap untuk kondisi darurat.  Apakah ada Wi-Fi atau layanan seluler? Siapa yang dapat kamu hubungi untuk membantu?

Apakah kamu berbicara bahasa lokal?  Jika tidak, apakah kamu memiliki cara untuk berkomunikasi dalam keadaan darurat?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.