Akurat Logo

Mengenal Tjong A Fie, Saudagar Tiongkok yang Bantu Kembangkan Kota Medan

Jhon | 16 Maret 2022, 19:50 WIB
Mengenal Tjong A Fie, Saudagar Tiongkok yang Bantu Kembangkan Kota Medan

AKURAT.CO  Kota Medan, Sumatera Utara memiliki sejumlah bangunan tua yang menyimpan segudang sejarah. Salah satu bangunan tua yang menarik untuk dikunjungi adalah rumah Tjong A Fie yang kini telah menjadi Cagar Budaya.

Rumah Tjong A Fie merupakan rumah milik keluarga seorang saudagar berkebangsaan Tiongkok bernama Tjong Fung Nam yang lebih dikenal dengan nama Tjong A Fie.

Melansir laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Republik Indonesia, Tjong A Fie adalah seorang adalah seorang filantropis  yang dilahirkan pada tahun 1860 di Desa Sungkow, daerah Moyan atau Meixien. 

Rumah Tjong A Fie cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Setelah berbulan-bulan berlayar, Tjong A Fie tiba di Labuhan Deli pada tahun 1880. Kala itu dia masih berusia 18 tahun.

Awalnya, Tjong A Fie bekerja serabutan mulai dari pelayan toko kelontongan hingga bekerja di perkebunan. Dengan kebaikan, kerja keras dan, pergaulan, Tjong A Fie menuai kesuksesan besar.

Pada saat itu, Tjong A Fie menjadi satu-satunya orang yang memiliki perkebunan luas. Dia juga memiliki bisnis di perbankan, pabrik gula,dan perusahaan kereta api.

Rumah Tjong A Fie cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Semasa hidupnya Tjong A Fie memberi pengaruh yang sangat besar dalam perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat.

Dia turut membangun Masjid Lama Gang Bengkok Kesawan(1884), Vihara Kwan Im Labuhan(1879), jembatan kebajikan (Titi Beliani 1917), RS. Kusta di Pulau Sicanang, Menara Lonceng di Gedung Balai Kota, dsb. 

Tidak hanya di Indonesia saja, peranan Tjong A Fie juga terkenal hingga ke Penang, Singapura, Hong Kong, Tiongkok, dan Amsterdam. 

Jika ingin melihat sejarah Tjong A Fie dan pengaruhnya di Kota Medan, kamu dapat mengunjungi kediamannya yang terletak di terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 105 Medan, Sumatera Utara.

Rumah Tjong A Fie cagarbudaya.kemdikbud.go.id

Secara keseluruhan gaya bangunan merupakan kombinasi arsitektur Cina, Eropa, dan Melayu.

Hal tersebut terlihat dari bentuk jendela segi empat terbuat dari kayu yang di atasnya berbentuk lengkung dengan hiasan motif bunga yang sekaligus berfungsi sebagai ventilasi.

Bangunan ini berlantai dua berdinding, lantainya tegel berhias geometris, dan tiangnya beton bertulang.

Dengan tiket masuk seharga Rp 35 ribu per orang, kamu dapat menjelajahi kediaman Tjong A Fie. Adapun rumah ini dapat dikunjungi oleh turis  antara pukul 09.00-17.00.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jhon
C