Olahraga Dianggap Salah Satu Cara Jaga Ketahanan Nasional
Leo Farhan | 16 Juli 2024, 07:12 WIB

AKURAT.CO Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari, mengatakan bakal menjadikan olahraga sebagai bagian dari cara menjaga ketahanan nasional.
Langkah tersebut merupakan kelanjutan dari pertemuan yang telah dilakukan NOC Indonesia bersama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia.
Salah satunya adalah dengan melakukan kajian terhadap tata kelola olahraga di Indonesia berdasarkan prinsip nilai-nilai kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan pria yang karib disapa Okto itu saat menerima kunjungan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI Eko Margiyono di International Hall NOC Indonesia, FX Sudirman, Jakarta, Senin (15/7/2024)
"Kami ingin bekerjasama dengan Lemhannas untuk membuat kajian-kajian lebih dalam terkait pembinaan prestasi olahraga Indonesia secara keseluruhan," kata Okto dalam keterangannya.
"Kepentingan kita yang paling besar adalah menjaga Merah Putih. Pemikiran tentang prestasi olahraga bukan hanya ada di NOC Indonesia dan cabang olahraga, tapi juga semua stakeholder dan elemen masyarakat termasuk Lemhannas."
Dari pertemuan tersebut, Lemhannas akan membentuk tim kecil untuk membuat kerangka kajian. Menurut Okto, olahraga memiliki parameter, waktu, dapat terukur secara kuantitatif dan kualitatif sehingga setiap progres yang dilakukan dapat terlihat.
"Tadi ada pembahasan bahwa jangan sampai gara-gara olahraga kita dijajah oleh aturan lain," kata Okto menjelaskan.
"Kita juga harus clear, mana yang kepentingan nasional, dan bagaimana kita juga melakukan penyesuaian dengan statuta yang dibuat dari luar, tapi semuanya bisa berjalan seiringan."
Karena Okto berharap ujung akhir dari semua hal ini adalah peningkatan signifikan terhadap prestasi olahraga Indonesia.
Di lain sisi, Plt Gubernur Lemhannas mengungkapkan keprihatinanya terhadap kondisi organisasi cabang olahraga Indonesia yang masih terjadi dualisme maupun konflik internal.
Menurut Eko Margiyono, kondisi tersebut jelas menjadikan atlet sebagai korban utama yang akhirnya membuat prestasi terbaik sulit untuk dicapai.
"Kami hanya ingin mengingatkan kembali bahwa melalui olahraga, bendera Merah Putih bisa berkibar dan lagu indonesia raya bisa berkumandang di negara lain, nah itulah dasar pemikiran kita, kita ingin olahraga makin maju," ujar Eko.
"Jangan sampai justru olahraga kita mandek karena terjadi kepengurusan ganda sehingga olahraga kita stuck di situ saja. Intinya kami dari Lemhannas ingin melakukan kajian secara menyeluruh."
"Kami juga bisa memberikan pemantapan nilai-nilai kebangsaan tidak hanya kepada atlet, tetapi juga stakeholder terkait. Nanti akan ada tim kecil yang menindaklanjuti kegiatan ini," tutup Eko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








