Akurat Logo

Barak Karinding Hadirkan Irama Bambu di Gili Air, Didukung PIK2 dan Agung Sedayu Group

Oktaviani | 22 September 2025, 13:31 WIB
Barak Karinding Hadirkan Irama Bambu di Gili Air, Didukung PIK2 dan Agung Sedayu Group

AKURAT.CO Di bawah langit senja Gili Air, denting bambu karinding berpadu dengan gebukan perkusi modern.

Nada tradisi dari Balaraja, Kabupaten Tangerang, beradu mesra dengan aransemen kontemporer.

Itulah Barak Karinding, grup musik budaya hybrid yang menjadi salah satu kejutan di panggung Soundtuari Festival Lombok 2025.

Festival internasional ini memang istimewa: tiga hari penuh pulau Gili Air disulap menjadi panggung seni terbuka.

Dari penampilan musisi lokal hingga artis mancanegara, semuanya menyatu dalam perayaan kebudayaan.

Di antara riuh itu, Barak Karinding membawa nuansa berbeda yakni memperkenalkan kembali instrumen bambu karinding dalam bahasa musik modern.

Ahmad Lamhatunazauri, atau akrab dipanggil Ncek, berdiri di depan panggung dengan mata berbinar.

Baca Juga: Luka Psikologis: Pengertian, Dampak, dan Cara Menyembuhkannya Berdasarkan Riset Ilmiah

“Kami merasa terhormat bisa hadir di festival sebesar ini,” katanya, Senin (22/9/2025). “Apresiasi untuk seluruh official acara yang menerima kami dengan hangat.”

Ncek tidak lupa menegaskan betapa penting dukungan yang mereka terima.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemda Kabupaten Tangerang, dan juga kepada Agung Sedayu Group serta PIK2. Dukungan mereka menjadi energi bagi kami untuk membawa musik karinding hingga ke panggung internasional,” ujarnya.

Ucapan itu bukan basa-basi. Bagi Barak Karinding, perjalanan dari Balaraja ke Gili Air adalah bukti bahwa tradisi bisa menemukan tempatnya di mata dunia jika ada tangan-tangan yang mau menopang.

“Semangat dan energi ini akan terus kami bawa untuk merayakan keberagaman seni Indonesia,” tambah Ncek.

Soundtuari Festival kali ini bukan sekadar tontonan. Ia adalah penanda bagaimana musik, tradisi, dan kolaborasi lintas pihak bisa menghadirkan wajah baru kebudayaan Nusantara.

Dan di antara tepukan riuh penonton, karinding, sebuah alat musik mungil dari bambu yang menemukan gaungnya kembali.

Baca Juga: Buruh Temui Ketua DPR, Bahas Tuntutan Demo dan Dukung Supremasi Sipil

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.