Fakta Menarik The Boy And The Heron, Film Terakhir Pendiri Studio Ghibli?

AKURAT.CO Film terbaru Studio Ghibli berjudul The Boy and the Heron akhirnya mengeluarkan teaser trailer perdana jelang tayang di Amerika Serikat pada 8 Desember mendatang. Ini merupakan trailer pertama film terbaru sutradara Hayao Miyazaki yang dirilis khusus untuk penayangan di AS.
Dalam teaser trailer berdurasi 1 menit 11 detik itu penonton disuguhkan pemandangan Jepang yang berada di tengah Perang Dunia II. Kemudian, protagonis utama film tersebut yang bernama Mahito Maki (Soma Santoki) terlihat berlarian di antara orang-orang karena mencari ibunya.
Namun, Mahito pada akhirnya pindah ke pedesaan untuk bersatu kembali dengan ayahnya, Shoichi Maki (Takuya Kimura), yang bekerja sebagai pembuat pesawat untuk militer Jepang. Di tempat tinggal barunya itu dia melihat sebuah burung heron berwarna abu-abu. Selain itu, Mahito juga tiba-tiba berada di sebuah menara yang misterius dan masuk ke dalamnya.
The Boy and the Heron merupakan judul Amerika Serikat untuk film terbaru Studio Ghibli. Film ini disutradarai oleh Hayao Miyazaki. Soma Santoki menjadi pengisi suara pemeran utama The Boy and the Heron. Ia merupakan aktor berusia 18 tahun yang mulai aktif di industri perfilman Jepang sejak 2016.
The Boy and the Heron juga diramaikan oleh Keiko Takeshita, Jun Fubuki, Sawako Agawa, Shinobu Otake. Sedangkan, aktor ternama Takuya Kimura muncul untuk memberikan penampilan spesial sebagai ayah dari pemeran utama. Selain itu, penyanyi Kenshi Yonezu juga dikabarkan mengisi lagu tema untuk The Boy and the Heron berjudul Chikyuugi atau Globe. Sedangkan, Joe Hisaishi kembali menyumbang musik untuk film tersebut.
Film The Boy and the Heron merupakan hasil adaptasi lepas dari novel berjudul sama karya Genzaburo Yoshino yang terbit pada 1937 silam. Berikut ini beberapa fakta The Boy and The Heron ini wajib diketahui.
Fakta Menarik The Boy And The Heron
1. Rilis film tanpa promosi
Berbeda dengan mayoritas studio film yang akan membuat promosi besar-besaran, Studio Ghibli justru nyaris tidak melakukan promosi apa pun. Tidak ada iklan promosi di televisi ataupun media sosial. Satu-satunya yang studio ini berikan hanyalah tanggal perilisan dan poster. Strategi tanpa promosi ini rupanya sengaja dilakukan karena pihak Studio Ghibli tidak ingin penonton menebak jalan cerita, sehingga unsur magis dan menarik dari film tidak akan berkurang.
2. Meraih 13,2 juta dolar AS pada minggu pertama penayangan
Meski minim promosi, The Boy and the Heron berhasil menghasilkan pendapatan yang sangat besar. Dilansir Deadline, film terbaru Hayao Miyazaki ini sukses meraup pemasukan sebesar 13,2 juta dolar Amerika Serikat di minggu pertama penayangannya di Jepang.
3. Menjadi film pembuka Toronto International Film Festival
Baru-baru ini, diumumkan bahwa The Boy and the Heron akan menjadi film pembuka Toronto International Film Festival (TIFF) pada 7 September 2023 mendatang. Ini menjadi film animasi Jepang pertama yang berhasil meraih prestasi ini. TIFF sendiri merupakan salah satu pameran film tahunan terbesar di Dunia yang digelar tiap September di Toronto. Sebelum The Boy and The Heron, film-film Ghibli lainnya pernah ditayangkan di festival film tersebut meskipun tidak menjadi film pembuka. Film-film tersebut adalah Princess Mononoke (1997), Spirited Away (2001), From Up on Poppy Hill (2011), The Tale of Princess Kaguya (2013), The Wind Rises (2013), dan The Red Turtle (2016).
4. Film terakhir Hayao Miyazaki
Nama Hayao Miyazaki sudah menjadi legenda di dunia perfilman Jepang karena sukses besar dan mendapat ulasan yang sangat baik. Namun, Miyazaki yang kini sudah berusia lebih dari 80 tahun secara resmi mengumumkan bahwa film ini akan menjadi film terakhir yang ia buat. Sebelumnya, Miyazaki sebenarnya sudah mengumumkan bahwa ia akan pensiun setelah merilis The Wind Rises. Namun, Miyazaki mengurungkan niat dan membuat satu film terakhir sebagai hadiah cucunya kelak.
5. Adaptasi sastra klasik Jepang
Sejak pertama kali diumumkan, sudah banyak penggemar tahu bahwa film terakhir Hayao Miyazaki ini akan mengadaptasi novel Genzaburo Yoshino, Kimi-tachi wa Dō Ikiru ka (The Boy and the Heron). Novel ini rilis pertama kali pada 1937 dengan cerita kehidupan anak laki-laki yang mencoba bertahan dan menjadi dewasa setelah kepergian sang ayah.
6. Kenshi Yonezu membuat OST
Penyanyi sekaligus penulis lagu populer, Kenshi Yonezu, terlibat di film terbaru Ghibli ini. Yonezu menjadi sosok yang membuat dan menyanyikan original soundtrack (OST) film The Boy and the Heron berjudul "Chikyugi" atau dalam bahasa Inggris berarti "Spinning Globe". Lagu ini kental akan nuansa sedih dan emosional dengan lirik penuh makna. Yonezu sendiri membuat lagu ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungannya untuk Miyazaki yang selama ini telah banyak menginspirasinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 3Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 4Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 5Prediksi Skor Napoli vs Roma 24 Oktober 2026: Derby del Sole Diprediksi Sengit
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 750 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 8Hasil dan Klasemen Liga Champions: Como Tenggelamkan MU, Real Madrid Merangsek ke 3 Besar
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot


