Besarnya Minat Masyarakat, Teater Bunga Penutup Abad Kembali Digelar

AKURAT.CO Bunga Penutup Abad adalah pementasan teater yang dialihwahanakan dari novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa yang termasuk dalam seri novel Tetralogi Pulau Buru karya Pramoedya Ananta Toer.
Pementasan ini kembali digelar akibat tingginya minat masyarakat untuk menyaksikannya. Antusias luar biasa itu berawal dari pementasan Bunga Penutup Abad yang digelar bulan Agustus 2016 di Jakarta dan bulan Maret 2017 di Bandung yang mencapai 2653 penonton.
Selain tingginya minat masyarakat, menurut Renitasari Adrian, selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation menyatakan salah satu alasan kembalinya pementasan Bunga Penutup Abad adalah keinginan Reza Rahadian.
"Awalnya ini juga keinginan Reza," kata Renitasari dalam konferensi pers teater Bunga Penutup Abad di Galeri Indonesia Kaya, Rabu (31/10).
Hal inilah yang mendorong Titimangsa Foundation milik artis cantik Happy Salma untuk mengangkat sosok Pramoedya Ananta Toer dalam dimensi yang berbeda. Ia mengangkat melalui sebuah pertunjukan arsip yang telah diadakan bulan April lalu, yang bertajuk 'Namaku Pram : Catatan dan Arsip yang juga sukses mendatangkan pengunjung sebanyak 36.000 orang.
Pramoedya Ananta Toer adalah sastraan besar Indonesia yang karyanya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan telah diterjemaahkan dalam lebih dari 42 bahasa asing.
Pementasan teater Bunga Penutup Abad mendatang akan menampilkan aktor terbaik Indonesia, yaitu Reza Rahadian sebagai Minke, Lukman Sardi sebagai Jean Marais, Chelsea Islan sebagai Annelies, Marsha Timothy srbagai Nyai Ontosoroh dan pemain cilik, Sabia Arifin sebagai May Marais.
"Pementasan ini merupakan hasil kolaborasi yang digali oleh para kreator serta menghadirkan nama-nama yang telah berprestasi di layar lebar dan keikutsertaan mereka memberikan warna segar untuk menampilkan adaptasi yang berbeda di panggung," ujar Renitasari.
"Tingginya antusiasme masyarakat untuk menyaksikan pertunjukan ini adalaj salah satu langkah pencapaian yang dapat menyakinkan banyak pihak bahwa seninpertunjukan lokal bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Semiga Bunga Penutup Abad ini memberikan inspirasi kepasa masyarakat terutama generasi musa untuk terus berkarya," jelasnya.
Pementasan Bunga Penutup Abad kali ini akan dikemas berbeda dan lebih menarik dan digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta selama dua hari, yakni 17 dan 18 November mendatang. Pementasan ini masih merupakan kolaborasi Wawan Sofwan sebagai sutradara dan Happy Salma sebagai produser.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK


