Butuh Waktu 1 Tahun Dekati Warga, Aksi Mulia Andien Aisyah di Kampung Apung Bikin Haru

AKURAT.CO Penyanyi Andien Aisyah terus menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan di Tanah Air.
Komitmen sosial tersebut kembali diwujudkan lewat peresmian cabang kelima Sekolah Anak Percaya yang berlokasi di kawasan Kampung Apung, Jakarta.
Fasilitas pendidikan tanpa pemungutan biaya ini dihadirkan secara khusus untuk anak-anak pemukiman setempat yang mayoritas orang tuanya menggantungkan hidup sebagai pengupas kerang.
Baca Juga: Andien Aisyah Ungkap Luka Lama Kekerasan dalam Hubungan Usai Baca Memoar Aurelie Moeremans
Inisiatif mulia tersebut sedianya telah dirintis pelantun lagu Sahabat Setia ini sejak tahun 2022 di kawasan Kampung Pemulung, Pondok Kopi, Jakarta Timur.
Menariknya, pendanaannya berawal dari penjualan royalti aset digital (Non-Fungible Token/NFT) salah satu lagu miliknya yang berjudul Percaya.
"Waktu itu lagi zaman COVID, terus aku menjual lagu ini royaltinya secara NFT. Hasil dari NFT tersebut kemudian kami jadikan modal untuk mendirikan Sekolah Anak Percaya," kata Andien saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Langkah pendirian sekolah gratis di kawasan perairan Kampung Apung tidaklah instan. Pemilik nama lengkap Andien Aisyah itu mengungkapkan bahwa timnya harus melalui proses pendekatan intensif selama satu tahun sejak Oktober tahun lalu untuk menggaet kepercayaan warga lokal sebelum proses edukasi dimulai.
"Dari tahun lalu itu PDKT-nya setahun untuk kita bisa menyelenggarakan proses belajar mengajar di kampung tersebut," tuturnya.
Kehadiran sekolah gratis ini dilatarbelakangi oleh rasa prihatin Andien saat menyaksikan banyaknya anak yang terpaksa putus sekolah di wilayah perairan tersebut.
Baca Juga: Jadi Penyanyi Tamu, Andien Siapkan Mental Duet Dengan Dewa 19
Selain masalah fasilitas, penyanyi berbakat ini menyadari bahwa tantangan terbesar mendirikan ruang belajar di kawasan padat penduduk tidak sekadar perkara minat belajar. Hambatan birokrasi hingga persoalan dokumen kependudukan sering kali membuat banyak pihak urung turun tangan.
"Masalahnya sangat berlapis, bukan hanya kemauan akan mengenyam pendidikannya saja, tapi juga ada banyak masalah mengenai misalnya administrasi kependudukan dan lain-lain," jelasnya.
Melihat kerumitan isu sosial yang dihadapi masyarakat marginal, penyanyi yang dikenal aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan ini menegaskan komitmennya untuk mengambil peran dalam mencari solusi konkret.
"Ya udah kalau memang belum ada solusinya, justru aku yang ingin jadi solusinya. Yuk kita cari solusinya bareng," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








