Kasus Peretasan Data Betrand Peto Seret Email Sarwendah, Minola Sebayang: Tak Ada Kata Damai

AKURAT.CO Kasus dugaan peretasan dan akses ilegal (illegal access) terhadap data pribadi Betrand Peto yang menyeret akun email mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah, terus bergulir panas.
Pihak Ruben Onsu secara tegas menutup rapat peluang perdamaian maupun mekanisme restorative justice (RJ) bagi pelaku.
Baca Juga: Respons Ruben Onsu Soal Video Viral Betrand Peto Mabuk: Sentil Penyebar hingga Bahas Kulkas Alkohol
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan alasan mendasar di balik sikap tegas kliennya tersebut.
Menurut Minola, ancaman hukuman untuk tindak pidana illegal access berada di atas lima tahun penjara, sehingga secara aturan hukum perkara ini harus diproses secara tuntas di peradilan.
"Saya mau mengatakan, untuk illegal access itu, ancamannya maksimum 6 tahun. Yang mengambil foto, meretas tadi itu, ancamannya 6 tahun. Dan kemungkinan karena ancamannya di atas 5 tahun, ini tidak akan ada RJ. Tidak bisa damai, tidak ada restorative justice, saya rasa mungkin seperti itu sekarang ini," tegas Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Laporan resmi bernomor STTLP/B/7627 tersebut dilayangkan ke Polda Metro Jaya pada 11 Oktober dini hari sekitar pukul 01.24 WIB.
Baca Juga: Terseret Dugaan TPKS, Betrand Peto Segera Diminta Keterangan oleh Penyidik
Ruben Onsu pasang badan mewakili sang putra, Onyo, sapaan akrab Betrand Peto, yang data pribadi, dokumen, hingga video pribadinya diduga diakses tanpa hak lalu disebarluaskan hingga viral di media sosial.
Dugaan kejahatan siber ini terkuak ketika Onyo berupaya memulihkan akun pribadinya. Dari riwayat aktivitas dan pelacakan upaya pemulihan akun, muncul pautan alamat email [email protected] serta dua nomor kontak yang diidentifikasi milik Sarwendah.
"Yang kita laporkan akunnya. Dan ada dua nomor telepon masing-masing 0817-654-5555 dan 0817-6666-499. Dan nomor ini disampaikan oleh BP, sepanjang yang dia ketahui adalah nomor telepon SW," ungkap Minola.
Minola menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya aktivitas akses tanpa izin yang dilakukan secara berulang kali.
"Dari situ semuanya terungkap. Bahwa ternyata, selama ini data akunnya itu ada keterkaitan atau keterpautan dengan email yang tadi disebutkan sebagai email yang patut diduga meretas dan kita laporkan," sambungnya.
Tak hanya satu, pihak Ruben Onsu rupanya melayangkan dua laporan polisi sekaligus pada hari yang sama. Laporan kedua dengan nomor STTLP/B/7634 diajukan pada pukul 15.00 WIB terkait dugaan pencemaran nama baik atas penyebaran rekaman percakapan (video call) tanpa izin yang diduga telah direkayasa atau diedit.
Minola menjelaskan bahwa berbeda dengan kasus peretasan yang berancaman hukuman berat, laporan pencemaran nama baik masih memungkinkan adanya mediasi lantaran ancaman pidananya di bawah lima tahun. Namun untuk kasus illegal access, pihaknya mendesak kepolisian mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat.
"Di bawah 5 tahun kemungkinan masih ada RJ. Tapi selanjutnya proses hukum kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan, memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang melakukan peretasan, atau melakukan kejahatan, dan turut serta melakukan kejahatan tersebut," tutur Minola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








