Akurat Logo

Sukses di Mancanegara, Pasha Ngaku Lebih Tertantang Tampil di Rumah Sendiri

Nuzulul Karamah | 7 Oktober 2026, 08:39 WIB
Sukses di Mancanegara, Pasha Ngaku Lebih Tertantang Tampil di Rumah Sendiri
Band UNGU saat konferensi pers konser Waktu Yang Dinanti:Final Chapter di CGV FX Sudirman, Jakarta, Selasa (6/10/2026). - Nuzulul Karamah

AKURAT.CO Penantian panjang band papan atas UNGU untuk menggelar konser tunggal perdana di ibu kota akhirnya terwujud.

Merayakan tiga dekade kiprah mereka di belantika musik Tanah Air, grup yang digawangi Pasha, Enda, Makki, Oncy, dan Rowman ini bakal menyapa para penggemar lewat pertunjukan megah bertajuk "Waktu Yang Dinanti: Final Chapter" di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Jumat, 30 Oktober 2026 mendatang.

Baca Juga: Pahami Rasa Lelah Sang Putra, Pasha Ungu Bagikan Cara Jaga Bonding bareng Kiesha Alvaro

​Momen ini terasa sangat emosional bagi para personel. Pasalnya, meski kerap sukses menggelar konser tunggal di mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, hingga Australia, UNGU justru belum pernah berkesempatan memanjakan publik Jakarta secara mandiri dalam skala besar.

​Gitaris UNGU, Enda, mengenang bagaimana mereka selama ini lebih sering mendulang kesuksesan di luar negeri lantaran belum pernah mendapat penawaran resmi di ibu kota. Namun, penantian 30 tahun tersebut kini berbuah manis.

​“Dari dulu kita selalu konser di luar, kita tidak pernah berani untuk konser di Jakarta karena kita tidak diundang,” ujar Enda saat menggelar konferensi pers di CGV FX Sudirman, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

​Enda optimistis konser ini bakal menjadi ajang bernyanyi bersama yang akbar dari awal hingga akhir pertunjukan.

“Semua yang datang insya Allah akan hafal dari lagu pertama sampai lagu 30, sing along semuanya,” katanya.

​Antusiasme luar biasa juga ditunjukkan oleh para Cliquers—sebutan fans setia UNGU. Vokalis UNGU, Pasha, membeberkan bahwa para penggemar dari berbagai wilayah di Indonesia telah bersiap memadati Jakarta demi menjadi saksi sejarah perjalanan band idola mereka.

​“Kawan-kawan dari Aceh sampai Papua itu sudah siap-siap untuk hadir. Ada yang lewat laut, ada yang naik bus, ada yang naik motor,” ungkap Pasha.

Baca Juga: VIRAL Anak Pasha Ungu Kiesha Alvaro Diduga Ditampar Dimas Anggara di Lokasi Syuting, Begini Kronologi yang Diungkap Sang Ibu

​Pemilik nama lengkap Sigit Purnomo Said ini tak menampik bahwa rekam jejak manis di luar negeri justru menjadi tantangan tersendiri bagi UNGU untuk menyajikan aksi panggung yang jauh lebih spektakuler di panggung sendiri.

​“Kami justru lebih merasa tertantang di konser 30 tahun di Indonesia karena kami sudah terbiasa dengan kesuksesan yang kami raih di Singapura, Malaysia, Hong Kong, bahkan Australia,” tegas Pasha.

​Demi menyuguhkan penampilan maksimal, UNGU harus melalui proses kurasi lagu yang cukup rumit dari 15 album yang telah mereka rilis.

Pasha menyebut pihak manajemen dan personel bahkan harus menggelar belasan kali diskusi intensif demi menentukan setlist sebanyak 30 lagu terbaik.

​“Kami harus rapat lebih dari 12 kali untuk menentukan lagu-lagu itu,” tutur Pasha.

​Tak hanya menyajikan nostalgia hits populer, konser ini juga akan dimeriahkan oleh kolaborasi lintas generasi bersama bintang tamu kenamaan seperti Lesti Kejora, Rossa, Andien, serta dua darah muda Kiesha Alvaro dan Zara Leola. Panggung ini sekaligus menjadi ajang regenerasi musik Tanah Air.

​Pemain bas UNGU, Makki, menegaskan keterlibatan generasi muda tersebut disiapkan secara matang.

“Kami bawa serius, kami persiapkan mereka untuk tampil di panggung bersama kami dengan harapan nanti ada usaha untuk regenerasi,” kata Makki.

​Melihat tingginya animo penonton, pihak promotor TipTip mencatat mayoritas kategori tiket seperti Diamond, Platinum, Gold, dan Silver sudah ludes terjual. Saat ini, kuota yang tersisa hanya berada pada kategori Festival.

Dukungan penuh juga datang dari Antam melalui perwakilannya, M Adityo Kusumawardono, yang menilai konsistensi 30 tahun UNGU mampu menjembatani penikmat musik lintas generasi dari Boomers, Milenial, hingga Gen Z.

​Bagi Pasha dan kawan-kawan, perjalanan 30 tahun berkarya bukan sekadar menjaga eksistensi, melainkan bentuk tanggung jawab moral terhadap ekosistem industri yang menopang hidup banyak orang di sekeliling mereka.

​“Selama kita masih mungkin untuk terus berkarya, maka karya itu akan terus kami sumbangkan buat para pecinta musik Indonesia,” pungkas Pasha.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.