Akurat Logo

Alami Cekcok di Bali Saat Gendong Anak, Billy Syahputra Beri Pesan Menohok untuk Penjaga Toilet

Nuzulul Karamah | 2 Oktober 2026, 09:46 WIB
Alami Cekcok di Bali Saat Gendong Anak, Billy Syahputra Beri Pesan Menohok untuk Penjaga Toilet
Billy Syahputra

​AKURAT.CO Momen liburan presenter Billy Syahputra bersama sang buah hati di Bali mendadak diwarnai pengalaman kurang menyenangkan.

Adik almarhum Olga Syahputra tersebut membagikan cerita mengecewakan saat dirinya dihadang dan diduga mendapat perlakuan kasar dari oknum penjaga toilet di area Pantai Dreamland, Bali.

​Kejadian bermula ketika Billy bermaksud membilas tubuh anaknya yang berpasir dan mulai menggigil kedinginan usai bermain di pantai.

Baca Juga: Pilih Sembunyikan Wajah Anak, Billy Syahputra Ingin Jaga Privasi

Namun, saat hendak bergegas masuk ke fasilitas toilet, langkahnya mendadak dihentikan secara agresif oleh petugas setempat lantaran persoalan biaya retribusi sebesar Rp10 ribu.

​"Jadi intinya adalah, habis main ke pantai sama Stefan, dan dia mungkin sudah dingin, terus juga sudah kotor, pasir-pasir. Masuk ke kamar mandi, disuruh bayar Rp 10 ribu, tapi agak sedikit didorong. 'Bayar dulu,' ya nanti dibayar sama suster aku. Sebentar doang dibayar, 'bayar dulu, bayar dulu.' Nah dari situ kita cek cok mulut, dan dia minta dipukul sama aku, ya aku gak mungkin lah aku tahan. Ya dia suruh bayar Rp10 ribu, aku bayar Rp10 ribu," kata Billy Syahputra dalam unggahan Instagram pribadinya yang dikutip pada Kamis (1/10/2026).

​Insiden tersebut sempat diwarnai adu mulut memanas. Bahkan, Billy mengungkapkan adanya ketidaksesuaian uang kembalian saat sang pengasuh anak (suster) melunasi tarif yang diminta.

​"Dibayar sama sus Rp50 ribu, kembali Rp30 ribu. Aku bilang, 'enggak aku, gak mandi,' minta lagi Rp10 ribu, aku sampai segitunya lo. Jadi bayar cuma Rp10 ribu, terus terjadilah cek cok segala macam. Kemudian aku tegurlah, aku bikin video. Bayar dulu enggak boleh masuk," terangnya.

Baca Juga: Kekasihnya Dituding Berbadan Dua, Billy Syahputra Angkat Suara

​Sebagai seorang ayah, Billy mengaku tersulut emosi bukan karena nominal uang, melainkan sikap petugas yang dinilainya tidak bersahabat dan memicu konfrontasi fisik saat dirinya sedang menggendong balita yang kedinginan.

​"Saya enggak pernah mencari masalah sama siapapun. Tapi maksudnya, saya lagi bawa anak, abang dorong-dorong ngapain. Gitu enggak boleh masuk. Memang gitu enggak boleh masuk. Saya bilang sama suster saya, saya bayar Rp10 ribu. Bentar bang, bentar. Terus ngomong tinggi sekali. Terus tiba-tiba mau ngajakin berantem. Jangan kayak gitulah bang, abang harus tahu ini posisi saya bawa anak bang," lanjutnya.

​Ketegangan di lokasi akhirnya berhasil diredam setelah kerabat penjaga toilet turun tangan untuk memediasi kedua belah pihak.

​"Saya punya teman, maaf ya," kata kerabat penjaga toilet di sana.

​"Ya kalau saya juga salah, saya minta maaf ya," terang Billy menanggapi iktikad baik tersebut.

​Sebelum mengakhiri perselisihan, presenter yang kini telah berstatus sebagai ayah ini memberikan teguran bijak kepada petugas agar lebih mengedepankan empati dan tidak mengulangi tindakan serupa kepada pengunjung lain, khususnya wisatawan yang membawa anak kecil.

​"Rp10 ribu saya bayar, Rp100 ribu saya bayar abang. Anak-anak kan menggigil abis ke pantai. Abang dorong-dorong bayar-bayar enggak boleh kayak gitu bang," tegas Billy.

​Perselisihan tersebut akhirnya diselesaikan secara damai usai kedua pihak saling berjabat tangan. Billy menegaskan bahwa unggahan ceritanya di media sosial semata-mata dibuat sebagai bentuk refleksi dan imbauan bersama.

​"Jadi hari ini gue pengin cerita, baru banget pulang dari pantai Dreamline. Terus cerita ini disclaimer dulu nih, tidak pengin mencari kebenaran dan kalau gue punya salah juga minta maaf, pengin berbagi cerita. Mungkin karena gue sudah menjadi sosok bapak kali ya, dan di satu sisi juga posisi lagi sama anak gitu," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.