Royalti Merosot Drastis, Rhoma Irama Desak Transparansi dan Evaluasi LMKN

AKURAT.CO, Legenda musik dangdut, Rhoma Irama, secara terbuka melayangkan kritik tajam terhadap kinerja dan transparansi Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dalam mengelola royalti musik di Indonesia.
Bersama koalisi sejumlah Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) seperti RAI, ARDI, WAMI, hingga PAPPRI, sang Raja Dangdut menyuarakan keresahan para seniman atas karut-marutnya distribusi hak ekonomi mereka.
Persoalan utama yang disoroti adalah masa transisi penyesuaian peraturan dengan undang-undang hak cipta yang baru.
Baca Juga: Ada Rhoma Irama Lebaran di Indosiar, Dilanjutkan Program Spesial Drama Asia
Rhoma menilai, ketidakjelasan acuan hukum selama masa peralihan ini telah memicu kekacauan dalam pemungutan dan pembagian royalti.
"Bahwa berkumpulnya kami di sini adalah dalam rangka menyikapi kondisi saat ini yang kita hadapi bersama, di mana LMKN sebagai lembaga yang melakukan penarikan, pemungutan, dan distribusi royalti, tengah melakukan penyesuaian peraturan dengan undang-undang hak cipta yang baru," ujar Rhoma Irama di kawasan Depok, Jawa Barat, Selasa (7/4/2026).
Dia menyayangkan minimnya sosialisasi dari pihak LMKN mengenai perubahan sistem tersebut.
Menurutnya, selama sistem baru belum siap sepenuhnya, LMKN seharusnya tetap berpijak pada regulasi yang sudah ada agar tidak terjadi kekosongan hukum yang merugikan musisi.
"Nah, sayangnya LMKN dan juga LMK-LMK ini belum melakukan sosialisasi yang mendalam. Kemudian penerapan sistem dalam waktu yang relatif singkat ini, seharusnya sebelum kita mengacu pada sistem baru, kita tetap mengacu pada Pasal 28 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014," tegasnya.
Kritik Rhoma bukan tanpa alasan. Dirinya membeberkan fakta mengejutkan mengenai merosotnya nilai royalti yang diterima oleh Anugrah Royalti Dangdut Indonesia (ARDI).
Dana yang biasanya mencapai miliaran rupiah, secara drastis menyusut hingga hanya tersisa puluhan juta rupiah.
"Nah ini kemarin cuma dapat Rp25 juta. Ngebagiinnya gimana coba? Yang biasanya Rp2 sekian M, Rp2,5 M, tiba-tiba cuma Rp25 juta," ungkap Rhoma dengan nada kecewa.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam, terutama mengingat ada ratusan anggota yang menggantungkan hidup dari royalti tersebut, terlebih menjelang hari raya Idulfitri.
"300-an anggota. Ya bayangin aja ngebagiinnya gimana. Itu aja sih menjadi apa namanya, terutama mau Lebaran. Di mana mereka perlu buat mudiklah, buat belanja Lebaran, itu yang menjadi apa… sangat-sangat menyedihkan," tambahnya.
Baca Juga: Raisa - Rhoma Irama Goyang Panggung HUT SCTV Lewat Lagu Syahdu
Melihat situasi yang sulit bagi para pencipta lagu dan musisi, Rhoma Irama mengambil langkah konkret dengan merogoh kocek pribadi sebesar Rp100 juta untuk membantu anggota yang terdampak.
"Ya sebagai rasa empati ajalah ya. Empati bahwa apa pun kan saya pimpinan. Saya kan ketua umum. Jadi rasa prihatin aja," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia
- 10Prabowo Instruksikan Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Target Beroperasi Akhir Tahun







