Profil Romi Jahat, Vokalis Band Punk Legendaris yang Meninggal Dunia Usai Dirawat Intensif

AKURAT.CO Kabar duka datang dari dunia musisi Indonesia, vokalis band punk legendaris, Romi Jahat, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, (10/2/2026).
Kabar duka ini dibagikan secara langsung melalui akun Instagram RTJ @rtjofficial.
Unggahan duka muncul di Instagram Story dengan menampilkan foto hitam putih Romi Jahat disertai tulisan “Rest in Power".
Baca Juga: Chord Romi and The Jahat Film Murahan Lengkap dengan Lirik Lagu
Pesan perpisahan itu turut dibagikan oleh akun resmi Romi & The Jahats.
"Rest in Power my friend @romi.jahats. Turut berduka cita @rtjofficial,” tulis mereka, mengiringi kabar kepergian sang musisi.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai penyakit yang diderita Romi
Meski demikian, dalam hampir dua pekan terakhir, ia memang disebut-sebut tengah mengalami kondisi kesehatan yang menurun.
Profil Romi Jahat
Di skena punk underground Indonesia, nama Romi Jahat bukan sekadar musisi ia adalah sikap.
Lahir dan besar di Jakarta, Romi tumbuh bersama kerasnya jalanan dan menjadikannya bahan bakar lirik-lirik yang kasar, frontal, dan tanpa kompromi. Julukan “Rock ’N’ Roll Kotor Indonesia” melekat bukan karena sensasi, melainkan karena kejujuran yang ia teriakkan tanpa filter.
Perjalanan musiknya dimulai serius pada 1997 saat bergabung sebagai vokalis Marjinal. Bersama Mike, Bob OI!, dan Steve, Romi menjadi corong kemarahan kelas bawah. Musik cepat, teriakan lantang, dan kritik sosial yang mentah membentuk karakter Romi sebagai frontman yang tak kenal basa-basi.
Tahun 2009, Romi memilih jalan sendiri dengan membentuk Romi & The Jahats. Nama band ini bukan hiasan“Jahats” dipilih sebagai simbol dunia yang bengkok, penuh intrik, kekerasan, dan ironi.
Dari sanalah lahir karya-karya yang menolak tunduk pada industri, sekaligus menertawakan realitas dengan nada sinis.
Formasi inti Romi & The Jahats terdiri dari Romi Jahat (vokal), Dedis TJ/Ableh (gitar), Chobex (bass), serta Panca/Imam (drum), dengan sejumlah rotasi personel seiring perjalanan band.
Namun, satu hal tak pernah berubah: Romi selalu berdiri di depan, menyuarakan apa yang orang lain takut ucapkan.
Album dan lagu seperti HORE, Tunggu Mati, Sebelum Akhir Dunia, Pelita Di Tanah Lapang (2024), hingga Suaraku (2025) menjadi arsip kemarahan, harapan, dan perlawanan yang ia tinggalkan.
Ia tetap turun panggung, berkeringat di gigs-gigs kecil, dan berinteraksi langsung dengan komunitasnya bukan sebagai bintang, tapi sebagai bagian dari mereka.
Kepergian Babe Romi bukan sekadar kehilangan seorang vokalis. Skena punk Indonesia kehilangan satu suara paling jujur—suara yang mungkin kotor, tapi tak pernah bohong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai




