Usai Dijemput Paksa, Lisa Mariana Enggak Ditahan, Kuasa Hukum: Bukti Belum Kuat

AKURAT.CO Polemik terkait kasus video yang menyeret nama selebgram Lisa Mariana kembali menjadi perhatian publik. Meski sempat dijemput paksa oleh penyidik Polda Jawa Barat, Lisa dinyatakan tidak menjalani penahanan dan dipersilakan pulang usai menjalani pemeriksaan maraton selama belasan jam.
Kuasa hukumnya, Johnboy Nababan, menegaskan bahwa langkah penjemputan paksa tersebut murni merupakan bagian dari prosedur karena Lisa dua kali mangkir dari panggilan penyidik.
Dia menekankan bahwa kliennya tidak ditahan dan hanya dimintai keterangan untuk keperluan penyidikan.
“Tidak ditahan. Hanya pemeriksaan saja,” tegas Johnboy kepada media, Kamis (5/12/2025).
Menurut penjelasannya, Lisa mulai diperiksa sejak pukul 15.00 WIB dan baru rampung sekitar pukul 05.00 WIB keesokan harinya.
Selama kurang lebih 14 jam, penyidik mengajukan puluhan pertanyaan untuk mengklarifikasi berbagai aspek dalam kasus yang tengah bergulir.
“Total ada 37 pertanyaan,” ungkap Johnboy singkat.
Dia menambahkan, pihak kepolisian memilih tidak menahan kliennya lantaran sejumlah bukti yang ada masih perlu diuji lebih lanjut sebelum dapat dijadikan dasar penahanan.
“Bukti-buktinya masih harus diverifikasi secara hukum,” ujarnya.
Dengan demikian, status Lisa tetap tidak ditahan, dan dia bebas kembali beraktivitas tanpa pembatasan apa pun.
“Boleh beraktivitas seperti biasa,” tegas sang pengacara.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jabar mengonfirmasi bahwa penjemputan paksa dilakukan karena Lisa beberapa kali tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan, meski telah dilayangkan surat resmi sebanyak dua kali.
“Pada hari ini kami melakukan upaya paksa terhadap LM karena beberapa kali yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan,” ujar Kabid Humas dalam konferensi pers, Kamis (4/12/2025).
Pihak kepolisian menilai langkah tersebut diperlukan agar proses penyidikan dapat berjalan tanpa hambatan, mengingat sebelumnya mereka mengalami kesulitan dalam meminta keterangan Lisa.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







