Venna Melinda Panik Tahu Verrel Bramasta Kecopetan Di Jepang

AKURAT.CO, Verrel Bramasta mengalami kejadian tidak menyenangkan. Tas berisikan dompet hingga passport miliknya digondol maling saat liburan di Jepang.
Varrel membagikan kabar tidak menyenangkan itu di akun media sosialnya. Dia jadi korban pencopetan saat tengah asik berfoto bersama sahabat-sahabatnya di negara Sakura.
Kabar sang putra kecopetan juga sampai ke telinga Venna Melinda. Sebagai ibu, ia panik dan langsung menanyakan kronologinya kepada Verrel.
"Kita kaget sih karena Verrell ngga cerita tapi posting kan. Terus aku bilang 'kak memang kamu itu sendirian?'," ujar Venna Melinda saat tiba di Indonesia, Kamis (5/1/2023).
Verrel kemudian menjelaskan kronologi kejadian yang membuat tasnya hilang kepada Athalla Naufal.
"Dia sempat cerita, dia lagi foto-foto di salah satu daerah, ngga tau apa namanya. Tasnya dia kayak pouch gini, jadi ngga ada talinya. Terus dititipin ke temannya, sama temennya ditaroh di belakang di bawahnya. Abis foto udah hilang aja gitu. CCTV juga ngga ada di titik itu," jelas Athalla.
"Venna Melinda pun juga langsung sigap menghubungi Kedubes RI untuk membantu putranya di Jepang.
"Alhamdulillah, kebetulan Duta Besarnya juga temen aku, Pak Heri Akhmadi, jadi aku udah bilang, 'Pak tolong dibantu' karena penting banget ya paspor itu," jelasnya.
"Aku bilang sama kakak, 'udah kak sekarang kalau bisa kamu apa-apa jangan tergantung sama asisten'. Jadi kalau di luar negeri tetap aja kayak Athalla gini, dia pegang semua paspor dan uang. Jangan dititipin ke orang," tambahnya.
Venna Melinda juga mengetahui Verrel mendapatkan bantuan dari penyanyi Syahrini.
"Iya itu juga kan dapat bantuan dari mana aja. Cuma waktu itu kebetulan Verrell ngga mau ganggu aku, dia langsung DM sama Syahrini. Tapi sebetulnya aku juga bilang sama kakak, 'mama juga bantu'," imbuhnya.
"Jadi, siapapun yang bantu Verrell alhamdulillah dia jadi cepat dapat paspornya lagi," tandasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





