Akurat Logo

Fedi Nuril Cerita Pengalaman Pernah Ditahan Tentara Israel saat Berada di Palestina

| 24 Mei 2021, 20:00 WIB
Fedi Nuril Cerita Pengalaman Pernah Ditahan Tentara Israel saat Berada di Palestina

AKURAT.CO, Fedi Nuril membagikan cerita pengalamannya saat berada di Palestina beberapa waktu yang lalu melalui Instagram pribadinya. Aktor kelahiran 1 Juli 1982 itu mengaku pernah ditegur tentara Israel saat melakukan syuting Ramadan di Palestina.

Peristiwa itu terjadi tahun 2014 lalu saat Fedi Nuril sedang melakukan salat Zuhur di Masjid Al Aqsa, Palestina, bersama salah satu kru. Ia ditahan serta tidak diizinkan masuk oleh tentara Israel.

View this post on Instagram

A post shared by Fedi Nuril (@fedinuril)

"Tahun 2014, gue ke Palestina untuk syuting sebuah program Ramadan. Sewaktu gue dan salah satu kru masuk Masjidil Aqsha untuk salat zuhur dan ambil gambar, gue ditahan di gerbang masuk oleh tentara Israel karena bawa tripod dan wireless mic," cerita Fedi Nuril.

Kendati ditahan, Fedi Nuril merasa tak gentar. Fedi Nuril justru santai dan tidak merasa takut saat melihat tentara Israel bersenjata lengkap.

"Anehnya, walaupun tentara itu bersenjata lengkap, gue nggak merasa takut," tambahnya.

Kemudian Fedi Nuril menyoroti perihal masalah yang terjadi antara Israel dan Palestina termasuk ketimpangan senjata antara kedua belah pihak. Ia menulsikan bahwa apa yang terjadi di Palestina bukan perang, melainkan perebutan tanah wilayah secara paksa.

"Apa yang terjadi di Palestina bukan perang, tapi perebutan paksa. Tentara Israel didukung teknologi militer dari US dan negara maju lain, sedangkan rakyat Palestina bertahan dengan persenjataan seadanya," imbuhnya.

Pada ungkapan terakhir unggahannya, Fedi Nuril membahas konflik hingga sejarah Palestina serta mengajak masyarakat untuk berdiskusi. Fedi Nuril merasa sedih atas kejahatan kemanusiaan yang terus terjadi.

"Ideologi agama digunakan sebagai pembenaran atas pendudukan Israel di Palestina. Sedangkan faktanya, 20% dari jumlah penduduk Palestina beragama Katolik dan Protestan, dan mereka pun menjadi korban penyerangan tentara Israel," tutupnya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.