Terlahir Tuli, Anak Dewi Yull dan Ray Sahetapy Sabet Cum Laude di New York

AKURAT.CO, Kabar bahagia sekaligus membanggakan datang dari Ray Sahetapy dan Dewi Yulll.
Putra ketiga mereka, Surya Sahetapy baru saja lulus dan wisuda dari Rochester Institute of Technology New York. Tak main-main Surya menjadi salah satu lulusan terbaik alias cum laude.
Berita itu dibagikan Ray Sahetapy dan Dewi Yull di Instagram masing-masing.
Dalam foto unggahan Dewi Yull, putranya terlihat sedang mengenakan toga yang dibubuhi tulisan 'Lulus & Wisuda Bahasa Isyarat'.
"Alhamdulillah ya Allah. Aku diberi upah berkah Ramadan. Berkat doa dan dukungan keluarga besar, sahabat semua," tulis Dewi Yulll dalam keterangan foto tersebut, dikutip pada Selasa (12/5).
Lihat postingan ini di Instagram
"Anakku no 3 @suryasahetapy telah menyelesaikan Associate of Science in Applied Liberal Arts -Immeraions: ASL & Dead Studies dengan gelar Cum Laude (sistem yang berbeda kalau di Indonesia sama dengan D3) di Rochester Institute of Technology New York," lanjutnya.
Ray pun membagikan foto yang sama dalam laman akun Instagram pribadinya.
Ia bersyukur sekali Surya Sahetapy mendapat nilai bagus saat kuliah.
"Alhamdulillah anakku Panji Surya lulus D3 dengan nilai Cum laude Di Rochester Institute of Technology-National Technical Institute for the Deaf. Salam Nusantara," tulisnya.
Sebenarnya, Surya telah dinyatakan lulus dan menyabet cum laude sejak Desember 2019. Namun, proses wisuda baru dilaksanakan Mei 2020.
Surya Sahetapy diketahui masih harus berjuang agar bisa menyelesaikan kuliahnya hingga jenjang S1.
Surya Sahetapy merupakan salah satu dari anak berkebutuhan khusus. Meski tuli, ia tak penah menyerah meraih impian-impiannya.
Surya saat ini berusia 26 tahun. Ia juga sudah menjadi aktivis untuk memperjuangkan kaum tuli di Indonesia.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November



