Sosok Pramoedya Ananta Toer di Mata Adipati Dolken dan Ayushita

AKURAT.CO Bapak sastra Indonesia yaitu Pramoedya Ananta Toer seorang penulis yang berperan penting dalam sejarah Indonesia.
Pram sapaan akrabnya telah menghasilkan lebih dari 50 karya dan sudah diterjemahkan ke dalam lebih dari 42 bahasa asing.
Hal tersebut membuat Adipati Dolken menilai bahwa sosok Pram adalah seorang pria yang memiliki ideologi tinggi saat menulis sebuah karya.
"Pak Pram itu menurut saya punya ideologi yang besar ya dan di tengah kondisi seperti itu, bisa at least menyalurkan ideologi - ideologinya melalui tulisannya," ujar Adipati Dolken saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (5/8).
Pemeran Bimbim dalam Film Slank Ga Ada Matinya itu mengatakan, dari sebuah karya tulisan Pram, masyarakat dapat merasakan penyiksaan Pram selama 30 tahun di Penjara.
"Menurut gue cara yang brilian, karena beliau sekuat itu di posisi sangat tertekan, tapi bisa memberi bekal buat kita semua," ungkapnya.
Seraya dengan Adipati Dolken, Ayushita melihat sosok Pram adalah orang yang berani dan konsisten dalam bertindak.
"Beliau adalah orang yang berani, yang tau betul prinsip hidupnya konsisten. 30 tahun beliau ada di dalam penjara, tapi konsisten pada apa yang dikerjakan," timpal Ayushita.
Pemeran Lulu dala Film Renui Z itu menjelaskan bahwa Pram adalah manusia yang dipilih oleh semesta untuk menyampaikan pesan dari sang pencipta.
"Menurutku itu sosok yang dipilih oleh Tuhan dan semesta untuk menyampaikan pesan - pesan untuk kita semua ini," jelasnya.
"Jadi alangkah baiknya buat kita semua mengapresiasi dengan membaca bukunya dan nonton filmnya," tutupnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November




