Akurat

Rakyat Bergerak, Band Seringai Tulis 7 Desakan Pada Pemerintah

Khaerul S | 25 September 2019, 16:55 WIB
Rakyat Bergerak, Band Seringai Tulis 7 Desakan Pada Pemerintah

AKURAT.CO, Band Seringai turut angkat bicara terkait Kitab Undang Undang Hukum Pidana (RKUHP) dan Undang Undang (UU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Melalui akun Instagram pribadinya, band cadas itu mengunggah dua postingan yang berisi protes pada pemerintah.

Pada postingan pertama, ada 7 desakan yang berisi penolakan terhadap RKUHP, pembatalan pimpinan KPK bermasalah, penolakan TNI dan Polri menempati jawabatan sipil, penghentian aksi militerisasi di Papua dan kriminalisasi aktivis, soal pembakaran hutan dan pelanggaran HAM.

Pada postingan lainnya, pelantun Adrenalin Merusuh itu menuliskan lirik lagu Mengadili Persepsi.

"Mereka bermain Tuhan / Merasa benar, menjajah nalar/ Dan kalau kita membiarkan saja, anak kita berikutnya / Individu, individu merdeka," tulisnya.

View this post on Instagram

A post shared by SERINGAI (@seringai_official) on

Menyertai postingannya itu, band Seringai mengingatkan mahasiswa yang berdemo untuk selalu berhati-hati agar aksi unjuk rasa para mahasiswa tidak menjadi kendaraan bagi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.

"Jangan terdistraksi dengan berbagai suara di luar sana yang mencoba memecah belah kita," tulis band Seringai, dikutip pada Rabu (25/9).

"Ini bukan lagi soal Pilpres, bukan lagi soal pilihan politik kalian. Ketika para pemegang amanah suara kalian bersatu dan menyelewengkan wewenang mereka, saatnya rakyat bersatu, bersuara & melawan. #ReformasiDikorupsi #RakyatBergerak," lanjutnya.

Sebelumnya, vokalis Seringai, Arian Arifin, dengan tegas menolak isi dari draf revisi KUHP. Ia menilai banyak pasal kontroversial yang berpotensi membungkam suara rakyat dan menghalang kebebasan berpendapat.

"RUU KUHP ngawur sih, dari pasal penghinaan presiden yang dihidupkan kembali, kriminalisasi dan menghambat pencegahan HIV, menghambat kinerja jurnalis, rentan pasal-pasal karet, dan lainnya. RUU KPK juga malah seperti berpihak kepada koruptor dan melemahkan KPK,” kata Arian saat dihubungi wartawan beberapa waktu lalu.

“Kami menulis banyak hal, termasuk kritik ke hal-hal yang kami tidak sreg,” katanya.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
A