Program Makan Bergizi Gratis Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal

AKURAT.CO Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Ujang Komarudin, mengungkapkan, program makan bergizi gratis (MBG) memiliki dampak positif yang luas bagi masyarakat, tidak hanya bagi penerima manfaat seperti anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, tetapi juga bagi perekonomian lokal.
“Ada pertumbuhan sentral-sentral ekonomi baru di masyarakat. Selain memberikan manfaat langsung kepada anak-anak, program MBG juga mendorong pelaku usaha di daerah setempat untuk berkembang,” ucap Ujang usai mengunjungi Rumah Tempe Indonesia di Kota Bogor, Kamis (16/1/2025).
Ujang menjelaskan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, program MBG memiliki potensi besar untuk melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Desa (BUMDes), Usaha Menengah, Kecil, dan Mikro (UMKM), serta koperasi dalam mendorong perekonomian nasional.
“Presiden Prabowo percaya bahwa program MBG dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan melibatkan UMKM sebagai pemasok bahan pangan. Ini akan memberikan mereka pasar yang lebih luas dan stabil,” ujarnya.
Baca Juga: Komisi I DPR Desak TNI Perketat Pengawasan Penggunaan Senjata oleh Prajurit
Lebih lanjut, Ujang menyebutkan bahwa program MBG memberikan kesempatan bagi sekitar 28.000 UMKM, koperasi, BUMDes, dan BUMD untuk berkembang serta meningkatkan kapasitas produksi mereka.
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memperkirakan bahwa program MBG dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 0,86 persen pada tahun pertama.
Setiap satu persen pertumbuhan ekonomi diyakini dapat menciptakan ratusan ribu lapangan pekerjaan.
“Presiden Prabowo juga menekankan bahwa program MBG dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang luar biasa, menciptakan peluang kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 8Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






