Sinergi Anggota MIND ID, ANTAM dan Freeport Bisa Hemat Devisa Rp200 Triliun
Hefriday | 8 November 2024, 14:14 WIB

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan bahwa sinergi antara PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) dapat menghemat devisa negara hingga Rp200 triliun.
Sinergi ini akan diwujudkan melalui kerja sama pembelian bahan baku emas dalam negeri yang sebelumnya harus diimpor oleh Antam.
Dalam kesempatan Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Logam Emas antara Antam dan PTFI di Jakarta pada Kamis (7/11/2024), Erick menyatakan bahwa impor bahan baku emas selama ini menjadi salah satu beban devisa negara.
Dengan adanya fasilitas pengolahan logam mulia atau smelter milik Freeport di Gresik, Jawa Timur, yang mampu memproduksi hingga 50 ton emas per tahun, Antam dapat membeli 30 ton per tahun dari hasil produksi tersebut.
Penghematan ini diharapkan mencapai Rp200 triliun dalam jangka lima tahun ke depan. "Antam selama ini beli bahan bakunya impor. Dengan adanya Freeport yang memiliki smelter dan bisa produksi sampai 50 ton, nanti Antam bisa beli 30 ton. Itu penghematannya hampir Rp200 triliun. Itu besar sekali," ujar Erick.
Erick menekankan bahwa hilirisasi merupakan kebijakan strategis yang akan menjadi benteng ekonomi nasional. Sinergi antara anak-anak usaha BUMN tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
Ia juga berharap bahwa kerja sama ini dapat dikembangkan lebih luas dengan BUMN lain, khususnya di sektor keuangan, untuk menghadirkan produk tabungan emas bagi masyarakat.
Erick mengusulkan kerja sama dengan Pegadaian, BRI, dan BSI untuk membentuk bullion bank, yakni bank khusus untuk menyimpan logam mulia, sehingga Indonesia bisa turut bersaing di pasar logam internasional.
"Saya minta sinergi ini meluas. Kita bisa bersinergi dengan Pegadaian, BRI, BSI, supaya kita punya bullion bank. Bagaimana pasar logam ini juga bisa kita ikuti," lanjut Erick.
Direktur Utama Mind ID, Hendi Prio Santoso, menambahkan bahwa kolaborasi ini membuktikan bahwa hilirisasi memberikan manfaat nyata bagi rakyat Indonesia. Menurut Hendi, sinergi antara Antam dan PTFI diharapkan menjadi model bagi anak usaha Mind ID lainnya untuk saling bekerja sama dan menguatkan siklus industri dalam negeri.
"Kami dorong terus sinergi antar anak usaha di bawah holding tambang Mind ID. Ini akan menjadi model bagaimana satu siklus industri bisa kita lakukan di dalam negeri dan oleh bangsa sendiri," ungkap Hendi.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas juga menyampaikan bahwa fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) milik PTFI di Gresik siap memproduksi emas batangan mulai Desember 2024 dengan kapasitas produksi 50-60 ton per tahun. Dari total produksi tersebut, Antam akan membeli sekitar 30 ton per tahun dengan kontrak lima tahun senilai sekitar 12,5 miliar dolar AS atau Rp200 triliun.
"Dari 50 ton yang diproduksi, sekitar 30 ton akan diambil oleh Antam. Jika Antam butuh lebih dari itu, kami juga siap untuk memenuhinya," ujar Tony.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









