Akurat Logo

Usai Ancaman Serangan ke Masjidil Aqsa, Harga Emas Diproyeksi Tembus USD2.250 per Troyounce

M. Rahman | 21 Maret 2024, 11:51 WIB
Usai Ancaman Serangan ke Masjidil Aqsa, Harga Emas Diproyeksi Tembus USD2.250 per Troyounce

AKURAT.CO Harga emas global ditaksir tembus USD2.250 per troyounce pada bulan ini usai mencapai rekor tertingginya di Maret 2024.

Pengamat Pasar Uang dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan pada 21 Maret 2024 pukul 00.00 WIB, harga emas dunia menembus level USD2.222,42 per troyoune, level tertinggi di bulan Maret 2024.

"Besar kemungkinan emas akan tembus USD2.250 per troyounce bulan ini. Level tertinggi saat ini disebabkan Bank Sentral AS yang menahan suku bunga acuannya, atau FFR" ujarnya kepada awak media, Kamis (21/3/2024).

Baca Juga: Rekor Tertinggi, Harga Jual Emas Antam Tembus Rp1,21 Juta per Gram

Ditambahkan, testimoni pejabat The Fed yang menarik bagi pelaku pasar adalah kemungkinan besar inflasi AS akan turun dari bulan ke bulan.

Dengan demikian, sangat wajar jika The Fed di semester ll-2024 akan menurunkan FFR tiga kali berturut-turut sebesar 75 basis poin.

Di sisi lain, Bank of Japan yang sebelumnya mempertahankan kebihakan suku bunga negatif, baru saja menaikkan suku bunganya ke 0-0,1%. Ini merupakan tonggak baru dan perubahan terbesar dalam 17 tahun terakhir di Jepang.

Faktor lain yang juga menggerakkan harga emas terbang ke level lebih tinggi adalah geopolitik di Timur Tengah usai pernyataan dari Menteri Israel yang menyatakan 10 hari jelang Idulfitri 2024, Masjidil Aqsa akan diserang.

"Ini menimbulkan kericuhan cukup besar di dunia. Pernyataan tersebut menjadi pamor tersendiri bagi para spekulan, bank-bank besar untuk kembali menginvestasikan dananya ke safe haven terutama  emas," ujarnya.

Sehingga menurutnya wajar jika nanti kenaikan harga emas mendahului atau lebih cepat dibanding akhir tahun. Ini mengindikasikan perubahan ATH harga emas di 2024.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa