Gunung Raja Paksi (GGRP) Ekspor Baja Struktur Senilai USD2 Juta ke Kanada

AKURAT.CO PT Gunung Raja Paksi (GRP) mengekspor 1.500 Metric Tons (MT) baja struktur ke Kanada dengan nilai sekitar USD2 juta setara Rp31,12 miliar.
Pelepasan ekspor baja struktur dari pabrik GRP di Cikarang tersebut disaksikan oleh Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadi yang mewakili Menteri Perindustrian hari ini, Senin, 15 Januari 2024.
Presiden Direktur GRP, Fedaus mengatakan baja struktural yang diekspor GRP pada awal tahun ini guna mendukung pembangunan proyek Yukon Bridge di Kanada.
Baca Juga: PKPU Gunung Raja Paksi Resmi Dicabut
Dengan Weather Resistance Grade, produk ini mengandung penambahan nikel untuk ketahanan korosi, menjadikannya pilihan ideal untuk konstruksi jembatan dalam cuaca ekstrem.
Lewat ekspor baja struktural tersebut, GRP berupaya untuk menciptakan prestasi baru dan memperkuat posisi Indonesia di panggung global. "Komitmen kami tidak hanya pada peningkatan kualitas produk baja, tetapi juga pada peran kami dalam mendukung pembangunan infrastruktur di skala internasional," ujar Fedaus di Bekasi, Senin (15/1/2024).
Ditambahkan, kontribusi GRP pada penguatan industri besi dan baja di Indonesia tidak hanya tentang angka ekspor, melainkan juga terkait menciptakan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Sepanjang 2023 lalu, GRP tercatat mengekspor USD25 miliar produk baja struktural dan produk terkait lainnya. "Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, menjaga standar kualitas tinggi, dan memainkan peran penting dalam membentuk citra positif Indonesia di dunia industri," imbuhnya.
Senada, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Investasi Kemenperin, Doddy Rahadi mencatat industri logam dasar berkontribusi besar ke perekonomian RI. Apalagi, industri baja merupakan sektor esensial bagi pengembangan sektor industri penting lainnya, di antaranya konstruksi, alat transportasi, energi, alat pertahanan, infrastruktur, termasuk juga proyek pembangunan IKN.
Di kuartal III-2023 lalu, industri logam dasar naik 10,86% secara tahunan. Capaian ini melampaui jauh dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,94% dan kinerja industri pengolahan nonmigas yang tumbuh berada di angka 5,02 persen.
"Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas, khususnya sektor logam dasar ditopang oleh tingginya demand, di mana performa positif dari sektor industri logam dasar tersebut didukung oleh peningkatan permintaan pasar khususnya ekspor," ujar Doddy.
Ia juga mengapresiasi komitmen GRP yang gencar menembus pasar ekspor. Pada Maret 2022 lalu, GRP melakukan ekspor baja struktur sejumlah 700 MT atau senilai USD1 juta ke Arizona, Amerika Serikat.
Sebelumnya pada September 2020, GRP juga melakukan ekspor perdana baja struktur ke Vancouver, Kanada sebanyak 4.600 ton atau senilai USD4,7 juta, di tengah krisis dampak pandemi Covid-19.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 4Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 5Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 6Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 8India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi









