Akurat

Tower Bersama (TBIG) Cetak EBITDA Semester I-2023 Rp2,84 T

Arief.Permana | 1 Agustus 2023, 16:32 WIB
Tower Bersama (TBIG) Cetak EBITDA Semester I-2023 Rp2,84 T

AKURAT.CO PT Tower Bersama Infrastructure Tbk atau TBIG, emiten penyedia jasa pendukung telekomunikasi mencetak laba sebelum beban bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atau EBITDA Rp2,84 triliun di semester I-2023.

Perolehan laba tersebut tak lepas dari kinerja perseroan dalam mendongkrak pendapatan yang mencapai Rp3,28 triliun untuk periode paruh pertama 2023. Jika triwulan kedua ini disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA Perseroan mencapai Rp6,65 triliun dan Rp5,79 triliun.

CEO TBIG, Hardi Wijaya Liong mengatakan hingga 30 Juni 2023, perseroan memiliki 41.428 penyewaan dan 22.136 sites telekomunikasi. Sites telekomunikasi milik Perseroan terdiri dari 22.026 menara telekomunikasi dan 110 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 41.318, maka rasio kolokasi (tenancy ratio) Perseroan menjadi 1,88x.

“Dengan senang hati kami melaporkan semester yang kuat untuk pertumbuhan organik, dengan penambahan 1.605 penyewaan kotor yang terdiri dari 347 sites telekomunikasi dan 1,258 kolokasi. Penambahan penyewaan bersih dari grup lebih rendah untuk semester ini terutama karena beberapa penyewaan yang habis masa sewanya tidak diperpanjang oleh IOH karena mereka mengkonfigurasi ulang jaringan mereka setelah merger antara Indosat dan Hutchison 3 Indonesia,” kata Hardi dikutip Selasa (1/8/2023).

Direktur Keuangan TBIG, Helmy Yusman Santoso menambahkan, total pinjaman kotor (gross debt) perseroan, jika bagian pinjaman dalam mata uang US dolar yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya, mencapai Rp26,91 triliun per 30 Juni 2023, dengan total pinjaman senior (gross senior debt) sebesar Rp3,73 triliun.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp909 miliar, maka total pinjaman bersih (net debt) menjadi Rp26,005 triliun dan total pinjaman senior bersih (net senior debt) menjadi Rp2,825 triliun. Menggunakan EBITDA kuartal II-2023 yang disetahunkan, rasio pinjaman bersih terhadap EBITDA mencapai 4,5x.

“Dengan senang hati kami umumkan bahwa kami telah menghimpun Rp1,5 triliun dari program Obligasi VI baru senilai Rp20 triliun dengan harga yang kompetitif, dengan bunga 5,90% untuk tenor 370 hari dan 6,25% untuk tenor tiga tahun. Kami berharap dapat terus mengakses pasar obligasi Rupiah,” imbuh Helmy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Y