Akurat Logo

Terbukti Sukses Cetak Petani Milenial, 21 Negara Datangi Indonesia

Syaiful Bahri | 12 Juli 2023, 00:05 WIB
Terbukti Sukses Cetak Petani Milenial, 21 Negara Datangi Indonesia

AKURAT.CO Lebih dari 21 negara tergabung dalam The Asian Productivity Organization (APO) belajar dari kesuksesan petani milenial Indonesia. Bukan tanpa alasan perwakilan negara-negara tersebut mengunjungi Indonesia, terbukti proses regenerasi petani telah berjalan dengan baik. 

Lahirnya enterpreneur muda di bidang pertanian tak ayal menjadi semangat baru bagi sektor pertanian di Indonesia.

“Selaku Menteri Pertanian (Mentan), saya menaruh perhatian tinggi pada potensi generasi milenial,” kata Syahrul dalam keterangan persnya, Selasa (11/7/2023).

Syahrul mengungkapkan, generasi milenial merupakan bonus demografi di lndonesia yang tumbuh bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi. 

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) bersama APO menyelenggarakan "Multicountry Observational Study Mission on Millennial Leaders to Drive Rural Development" di Bali pada tanggal 10-14 Juli 2023.

Ditemui disela-sela acara, Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi serta Kepala Divisi Pertanian APO Tad Manabe mengemukakan, pembelajaran kesuksesan petani milenial indonesia akan menjadi masukan bagi  APO untuk berkontribusi pada keberlanjutan perekonomian sosial asia pasifik melalui pengembangan produktivitas pertanian.

38 delegasi yang mengikuti studi observasi  berasal dari 21 negara anggota APO seperti  Banglades, Kamboja, China, Fiji, Hong Kong, India, Iran, Japan, Korea, Laos, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Filipina, Singapura, Sri Lanka, Thailand, Turki, Vietnam dan Indonesia.

Dedi Nursyamsi mengungkapkan telah banyak petani millenial yang lahir menjadi pengusaha sukses.  

"Ciri-ciri wirausahawan pertanian muda adalah menerapkan mekanisasi pertanian, pertanian cerdas, fasilitas dan teknologi modern, kegiatan bisnis, dan ilmu pertanian. Sebagian besar dari mereka mengembangkan kerjasama dan kemitraan antara pengusaha dan produsen di wilayah dan lokasi yang luas,” kata Dedi.

Salah satu sosok petani millenial sukses adalah Kadek Surya Prasetya Wiguna. ia telah mengembangkan brand Cau Coklat organik di kabupaten Tabanan menjadi lokasi pertama yang dikunjungi. 

Cau Coklat memberikan pembelajaran akan pengembangan kakao organik dari sejak penananamn hingga prosessing keberagaman produk hingga branding, pemasaran hingga market place yang dibuat langsung di area penanaman coklat.

Pendapatan Cau Coklat mencapai USD1 Juta Dollar atau sekitar Rp15 milliar pertahunnya. Kadek Surya mengelola lebih dari 100 petani dan 170 karyawan yang sebagian adalah petani muda. 

Menurut Kadek Petani muda tertarik untuk terus mengembangkan kakao organik karena nilai ekonomi yang lebh baik. Karena harga yang diatas rata-rata harga konvensional yaitu Rp65.000 per kg ditambah pengembangan yang dilakukan cau cokelat mampu meningkatkan produksi organik dari 500 kg per hektare menjadi 1,5 ton organik kakao per hektarenya. 

Tak hanya melihat manisnya bisnis cokelat, delegasi pun mengunjungi BOS Fresh Sayur yang dipelopori oleh AA Gede Agung Wedhatama. AA Gede mengembangkan komunitas petani muda keren hingga petani mampu memiliki penghasilan Rp10 juta hingga Rp15 juta perbulannya. 

Saat ini BOS Fresh mengembangkan value chain hingga jaringan nya sangat luas di tersebar di berbagai wilayah di Bali, hingga memiliki berbagai macam produk dari petani dari kopi, kakao, sayur stroberi, bawang putih, padi hingga pupuk organik

Kooperasi yang terbangun dari komunitas petani muda memiliki 5 nilai yang dijunjung tinggi tegas AA Gede yaitu kooperatif, komunitas, kolaboratif, kontribusi, dan tidak lupa harus keren.

Antusiasme peserta observational mission terlihat jelas ketika sesi tanya jawab dan diskusi terkait kiat dan strategi penumbuhan agriculture milenial leader Indonesia. 

Bagaimana mereka dapat stuggle di tengah persaingan usaha yang sangat kompetitif serta sejauh mana dukungan pemerintah dalam menyediakan lingkungan yang kondusif sehingga milenial leader Indonesia dapat tumbuh dengan baik.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.