Akurat

Difteri Bukan Lagi Masalah Kesehatan, Tapi Menyangkut Sosial Budaya

Khaerul S | 14 Januari 2018, 12:43 WIB
Difteri Bukan Lagi Masalah Kesehatan, Tapi Menyangkut Sosial Budaya

AKURAT.CO, Deputi II Kantor Staf Presiden bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Sosial, Budaya dan Ekologi Strategis Yanuar Nugroho di Jakarta, Jumat (12/1), menjelaskan bahwa Penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. Tidak hanya menyoal masalah kesehatan tapi saling berkaitan dengan budaya dan sosial.

Karena itu, Yanuar menyarankan harus ada dukungan teknologi baik melalui sistem pendataan dan informasi yang masif. Sebab penyakit menurut dia sama dengan informasi akan menyebar dengan cepat. Karena itu penanganannya pun harus extra cepat.

"Sehingga, jika tidak diupdate dengan big data, akan jadi kuno. Seperti kita tahu, kecepatan penyebaran penyakit sepadan dengan percepatan informasi yang menyebar luas di masyarakat. Pertanyaannya, jika tidak didukung big data, siapa yang bisa memastikan vaksin bisa sampai ke semua wilayah di Indonesia?” ungkap Yanuar.

Karena persoalan difteri tidak hanya menyangkut masalah kesehatan saja. Tapi sudah mulai menyentuh semua aspek terus sosial dan budaya. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tidak bisa bekerja sendiri, butuh partner ini crime dengan lintas instansi dan Kementerian lain.

"Dengan perspektif ini, koordinasi lintas Kementerian dan Lembaga (K/L), serta antara pemerintah dengan masyarakat, sudah wajib. Tidak bisa lagi tidak ada hubungan dan koordinasi. Kembali, ini soal data yang bisa menjadi rujukan,” paparnya.

Selain itu masyarakat diharapkan tanggap dengan situasi dan kondisi. Masyarakat dituntun pintar dan merespon dengan cepat kejadian-kejadian tidak wajar di sekeliling mereka. Dan segera melaporkan pada pihak yang berwenang.

Ini akan terlihat, sejauh mana kesiapan masyarakat dalam merespon. Ini pentingnya edukasi. Karena itu, penting untuk melihat bagaimana kita meng-exercise diri kita dan masyarakat,” tandasnya. []

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Khaerul S
K
Editor
Khaerul S