Akurat Logo

Koperasi Suporter Bola Mulai Dilirik LPDB, Segini Potensi Dananya

Andi Syafriadi | 13 Oktober 2026, 02:02 WIB
Koperasi Suporter Bola Mulai Dilirik LPDB, Segini Potensi Dananya
ilustrasi basis massa suporter sepakbola di indonesia

AKURAT.CO Basis massa suporter sepak bola dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui model koperasi.

Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB) pun mulai menjajaki peluang pembentukan koperasi bersama kelompok suporter sejumlah klub sepak bola Indonesia.

Direktur Umum dan Hukum LPDB Kementerian Koperasi, Deva Rachman mengungkapkan, komunitas suporter dapat menjadi salah satu sektor potensial dalam pengembangan koperasi, terutama jika memiliki sistem keanggotaan dan pengelolaan dana yang terorganisasi.

"Sebagai contoh, basis massa Persija Jakarta hingga 400.000 orang, melalui jumlah tersebut berpotensi menjadi kekuatan ekonomi apabila sebagian suporter bergabung dalam koperasi dan berpartisipasi melalui simpanan anggota. Apabila 400.000 orang masing-masing menyetorkan simpanan Rp100.000 per tahun, dana yang terkumpul secara matematis mencapai Rp40 miliar bahkan lebih," paparnya pada saat media gathering LPDB bersama media di Yogyakarta, Senin (13/101/2026) malam.

Baca Juga: LPDB Siapkan 15 Inkubator untuk Perkuat Koperasi Desa Merah Putih

Namun, angka tersebut merupakan simulasi berdasarkan jumlah suporter yang disebutkan, bukan realisasi dana koperasi. Nilai penghimpunan aktual akan bergantung pada jumlah anggota yang benar-benar bergabung dan menyetorkan simpanannya.

LPDB-KUMKM melihat pengembangan koperasi suporter sebagai salah satu peluang memperluas kegiatan ekonomi berbasis komunitas. Model ini dapat membuka ruang bagi anggota untuk membangun usaha bersama melalui mekanisme koperasi.

"Tahun ini ada Rp2,1 triliun dengan sektor-sektor yang menjadi fokus kita, salah satunya pertanian, perumahan, hilirisasi di banyak sektor, dan saya sangat mengharapkan sektor kreatif," ucap Deva kembali.

Baca Juga: Dana Bergulir LPDB Tembus Rp1,6 Triliun, 85 Persen Bidik Sektor Riil

Penjajakan terhadap model koperasi suporter juga mulai dilakukan. LPDB dikabarkan telah berdiskusi dengan perwakilan suporter Arema FC, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Langkah tersebut menjadi tahap awal untuk melihat peluang pengembangan koperasi di lingkungan komunitas sepak bola. Realisasi pembentukannya tetap membutuhkan kesiapan organisasi, kejelasan keanggotaan, serta tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai pembanding, LPDB menyinggung klub Eropa seperti FC Barcelona dan Bayern Munchen yang memiliki sejarah serta struktur kepemilikan dan keanggotaan berbeda.

Karena itu, penerapan model koperasi di Indonesia perlu disesuaikan dengan bentuk badan hukum, struktur klub, dan karakter komunitas suporter masing-masing.

Jika dikembangkan dengan tata kelola yang baik, koperasi suporter berpotensi menjadi wadah kegiatan ekonomi bersama, bukan hanya sarana menghimpun dana. Peluang usaha dapat dikembangkan dari kebutuhan komunitas, termasuk produk kreatif dan kegiatan pendukung klub.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.