Akurat Logo

Dana Bergulir LPDB Tembus Rp1,6 Triliun, 85 Persen Bidik Sektor Riil

Andi Syafriadi | 13 Oktober 2026, 01:48 WIB
Dana Bergulir LPDB Tembus Rp1,6 Triliun, 85 Persen Bidik Sektor Riil
Direktur Utama LPDB, Krisdianto - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Kementerian Koperasi telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,6 triliun kepada sekitar 150 koperasi di 35 provinsi sepanjang 2026 hingga saat ini.

Penyaluran tersebut ditargetkan meningkat menjadi Rp2,1 triliun hingga Rp2,2 triliun pada akhir tahun.

Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto mengatakan, pembiayaan diarahkan terutama kepada koperasi yang menjalankan kegiatan usaha produktif atau sektor riil. Salah satu penerimanya adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Sudah terealisasi Rp1,6 triliun untuk kurang lebih di sekitar 150 koperasi dan tersebar di 35 provinsi," kata Krisdianto di sela Media Gathering LPDB Koperasi di Yogyakarta, Senin.

Baca Juga: LPDB siapkan 'credit scoring' percepat pembiayaan koperasi

Ia berharap penyaluran pembiayaan terus meningkat hingga akhir tahun, termasuk menjangkau koperasi di wilayah yang selama ini menghadapi kendala akses pendanaan.

"Tapi mudah-mudahan sampai dengan Desember nanti kita bisa tembus Rp2,1 triliun sampai Rp2,2 triliun. Harapannya seperti itu," ujarnya.

Menurut Krisdianto, mayoritas pembiayaan LPDB diarahkan untuk mendukung sektor riil, sejalan dengan program prioritas pemerintah. Bidang yang menjadi sasaran antara lain hilirisasi sawit, perumahan rakyat, serta penguatan ketahanan pangan.

Baca Juga: Dana Bergulir LPDB Tembus Rp22,9 Triliun, Ini Target Berikutnya

Ia menyebut sekitar 85% dari target pembiayaan Rp2,1 triliun diarahkan ke sektor riil. Dengan perhitungan tersebut, nilainya setara sekitar Rp1,785 triliun apabila target penyaluran tercapai.

"Kurang lebih 85 persen dari Rp2,1 triliun itu pembiayaannya adalah di sektor riil. Sektor riil itu ya di dalamnya ada KDKMP, terus kemudian program-program strategis nasionalnya Pak Prabowo, maupun program prioritas kementerian kami," kata Krisdianto.

Dalam sektor perkebunan, pembiayaan dapat diarahkan untuk mendukung hilirisasi sawit. Sementara di bidang pangan, LPDB menyasar koperasi yang bergerak dalam produksi beras, tebu, dan komoditas lainnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.