Akurat Logo

Begini Strategi Bappenas Agar Kalimantan Jadi Superhub Ekonomi

Esha Tri Wahyuni | 11 Oktober 2026, 13:00 WIB
Begini Strategi Bappenas Agar Kalimantan Jadi Superhub Ekonomi
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy

AKURAT.CO Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mendorong penguatan kerja sama Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam untuk menjadikan Pulau Kalimantan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Strategi ini diarahkan untuk memperluas investasi, membuka peluang kerja, dan mendorong pemerataan pembangunan di luar Pulau Jawa.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy mengatakan, Kalimantan memiliki potensi menjadi penggerak transformasi ekonomi melalui penguatan konektivitas dan integrasi kegiatan ekonomi lintas negara. Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dinilai dapat menjadi salah satu jangkar pengembangan ekosistem ekonomi di kawasan tersebut.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan, PTPN IV Salurkan 11,2 Juta Liter Air Bersih

"Ini adalah segitiga baru Malaysia, Brunei dan Indonesia. Namun sesungguhnya ini bukan sekadar segitiga baru, melainkan segitiga emas untuk masa depan," ujar Rachmat dalam keterangan tertulis, Minggu (11/10/2026).

Menurut Rachmat, penguatan kerja sama regional diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di Jawa dan Sumatra.

Kalimantan diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong aktivitas ekonomi nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kesempatan kerja dan layanan dasar.

"Selama ini, pusat gravitasi Indonesia berada di Jakarta, kemudian berkembang ke Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, wilayah lain di Jawa dan Sumatra. Hari ini, kita bergerak menuju Kalimantan. Karena itu, forum ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana kerja sama regional yang lebih kuat dapat mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.

6 Klaster Industri Jadi Prioritas

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, pengembangan ekonomi Borneo diarahkan pada enam klaster strategis, yakni teknologi bersih, industri farmasi terintegrasi, pertanian berkelanjutan, ekowisata dan wisata kesehatan, industri kimia, serta energi rendah karbon.

Pengembangan klaster tersebut diharapkan memperkuat basis industri kawasan dan meningkatkan keterhubungan antara kegiatan produksi, investasi, serta pasar regional.

Namun, realisasi potensi itu juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten, pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur yang memadai.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.