KAI Angkut 480 Ribu Ton Komoditas Perkebunan, Naik 16,48 Persen

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil mengangkut 480.121 ton angkutan perkebunan pada Januari–September 2026.
Angkat tersebut meningkat 16,48% dibandingkan sekitar 412.198 ton pada periode yang sama tahun 2025. Secara volume, terdapat tambahan sekitar 67.923 ton komoditas yang bergerak melalui jaringan rel.
Kenaikan tersebut menjadi bagian dari perkembangan angkutan nonbatu bara KAI. Hingga September 2026, volume nonbatu bara mencapai 9.148.571 ton, tumbuh 2,6 persen dari 8.912.566 ton pada Januari–September 2025.
Baca Juga: KAI dan Pemprov Bali Kaji Pengembangan Kereta Api di Bali
Portofolionya mencakup petikemas, pupuk, semen, BBM, pulp, perkebunan, dan retail. Angkutan perkebunan sendiri merupakan salah satu kelompok komoditas yang masuk dalam layanan barang KAI bersama komoditas curah dan general cargo.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan kebutuhan distribusi komoditas dengan volume besar semakin terbuka bagi angkutan berbasis rel.
“Pertumbuhan 16,48 persen memberi sinyal bahwa kereta api memiliki ruang yang semakin besar dalam rantai distribusi komoditas perkebunan, terutama untuk arus barang dengan volume dan pola pengiriman yang konsisten,” kata Anne, Kamis (8/10/2026) malam.
Perkembangan itu terjadi ketika aktivitas sektor pertanian nasional juga bergerak positif. BPS mencatat lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh 12,26% secara kuartalan pada Triwulan II-2026, tertinggi di antara lapangan usaha pada periode tersebut. Ekonomi Indonesia sendiri tumbuh 5,29% secara tahunan pada Triwulan II-2026.
Dari sisi perdagangan, nilai ekspor Indonesia selama Januari–Agustus 2026 mencapai USD193,64 miliar, naik 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor nonmigas naik 5,48 % menjadi USD185,63 miliar.
Baca Juga: Prabowo: Kereta Api Harus Layani Rakyat, Jangan Tinggalkan Kota-kota Kecil
Pergerakan produksi dan perdagangan tersebut membutuhkan jaringan distribusi yang mampu membawa barang dari sentra produksi menuju kawasan pengolahan, pergudangan, pelabuhan, maupun pasar tujuan.
Kereta api memiliki karakter angkutan massal yang sesuai bagi komoditas dengan volume besar dan perjalanan berulang. Pada koridor yang sesuai, rel dapat mengambil porsi perjalanan utama, sedangkan moda jalan menjalankan pengangkutan pada bagian awal dan akhir distribusi.
Pola tersebut memberi pilihan bagi pemilik barang untuk menyusun rantai pasok sesuai volume, jarak, dan kebutuhan waktu pengiriman.
“Bagi KAI, pertumbuhan volume harus berujung pada semakin banyak pilihan distribusi bagi pelaku usaha dan semakin terhubungnya sentra produksi dengan pasar,” tutur Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 6Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 7Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 8Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver









