Akurat Logo

Rosan Ungkap 3 Sektor BUMN Berpotensi IPO

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 7 Oktober 2026, 17:05 WIB
Rosan Ungkap 3 Sektor BUMN Berpotensi IPO
Danantara saat ini masih melakukan identifikasi terhadap sejumlah perusahaan BUMN yang dinilai memiliki potensi untuk melakukan IPO.

AKURAT.CO CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani mengungkap sejumlah perusahaan BUMN yang akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Rosan mengatakan, Danantara saat ini masih melakukan identifikasi terhadap sejumlah perusahaan BUMN yang dinilai memiliki potensi untuk melakukan IPO. Proses tersebut mencakup penilaian terhadap prospek perusahaan hingga respons pasar.

“Nanti ya, kan kita lagi identifikasi, kata Rosan saat ditemui selepas Investor Daily Summit 2026, Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Penerbitan KITAS Dialihkan ke Kementerian Investasi dalam Dua Bulan ke Depan , Rosan: Proses Ditargetkan 6 Hari

Menurutnya, perusahaan yang dipilih nantinya tidak hanya mempertimbangkan kesiapan internal, tetapi juga potensi penerimaan positif dari investor domestik maupun internasional.

“Nanti sebelum akhir tahun ini kita akan merumuskan beberapa perusahaan yang kita sudah lihat mempunyai potensi, mempunyai appetite dan juga mempunyai respon yang akan positif dari masyarakat, dari dunia usaha dan juga baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai sektor perusahaan BUMN yang berpeluang masuk pasar modal, Rosan memberikan sejumlah kisi-kisi. Setidaknya, Rosan menuturkan, terdapat tiga sektor yang sedang diperhatikan, yakni finansial, infrastruktur, dan pertambangan.

“Kisi-kisi, ya. Ada di sektor finansial itu ada, ada di sektor infrastruktur juga pasti ada, di sektor pertambangan juga ada,” tutur Rosan.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin mengatakan, hingga 2 Oktober 2026 terdapat tujuh perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham BEI. "Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," kata Saidu dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Selain sektor kesehatan, pipeline IPO tersebut juga diisi oleh perusahaan dari sektor energi dan industri. Rinciannya, 4 perusahaan berasal dari sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor energi, dan satu perusahaan dari sektor industri.

Dari sisi skala aset, dua perusahaan yang berada dalam antrean IPO memiliki aset lebih dari Rp250 miliar. Kemudian, tiga perusahaan memiliki aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, sedangkan dua perusahaan lainnya memiliki aset di bawah Rp50 miliar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.