Akurat Logo

PGN Gandeng Toyota Tsusho Bangun Pabrik Biomethane dari Limbah Sawit

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 7 Oktober 2026, 10:10 WIB
PGN Gandeng Toyota Tsusho Bangun Pabrik Biomethane dari Limbah Sawit
PGN menggandeng Toyota Tsusho dan KIS Biofuels mengembangkan biomethane dari limbah sawit dengan target produksi 150.000 MMBTU per tahun.

AKURAT.CO PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi Toyota Tsusho Indonesia (TTI) dan PT KIS Biofuels Indonesia (KIS) untuk mengoptimasi pemanfaatan biomethane tersebut dalam rangka memastikan kesediaan pasokan energi domestik masa depan.

Hal ini ditandai dengan groundbreaking biomethane plant yang dikembangkan oleh TTI dan KIS. Fasilitas ini memanfaatkan limbah organik kelapa sawit yang ditargetkan memproduksi biomethane sekitar 150.000 MMBTU per tahun.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman mengatakan, pihaknya mengapresiasi TTI dan KIS yang telah memulai pembangunan fasilitas biomethane ini. Sebab, hal ini adalah langkah penting untuk menghadirkan gas terbarukan dari sumber domestik ke dalam rantai pasok energi nasional.

Baca Juga: Perkuat Pesisir Utara Jawa Hadapi Tantangan Iklim, PGN Grup Tanam Lebih dari 269.000 Mangrove

“PGN siap mendukung melalui infrastruktur dan kapabilitas niaga yang kami miliki agar biomethane dapat dimanfaatkan oleh sektor industri," kata Fajriyah, Selasa (6/10/2026) malam.

Pemanfaatan biomethane menggunakan infrastruktur yang telah tersedia pada saat menggunakan gas bumi, sehingga pelanggan dapat melakukan peralihan bahan bakar ke biomethane melalui modifikasi infrastruktur yang minimal.

Selain untuk ketahanan energi domestik, pemanfaatan biomethane dapat melengkapi penggunaan gas bumi yang terus meningkat seiring dengan berkembangnya upaya dekarbonisasi di sektor industri.

Pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit atau POME sebagai bahan baku biomethane memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Metana yang sebelumnya terlepas ke atmosfer dapat ditangkap dan diolah menjadi energi, sehingga mendukung penurunan emisi gas rumah kaca serta target NDC dan Net Zero Emission 2060.

Proyek ini juga memperkuat hilirisasi sektor kelapa sawit dengan mengubah limbah menjadi energi bernilai ekonomi.

Menurut Fajriyah, biomethane memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada energi dan dekarbonisasi industri.

Baca Juga: BRIN-PGN-Pemkab Batang Panen 166,5 Ton Padi Biosalin di Tengah El Nino

“Ketika biomethane ini mulai berproduksi, industri seperti TMMIN akan memiliki akses terhadap energi rendah karbon yang mendukung daya saing di tengah tuntutan rantai pasok hijau global. Kami berharap model kolaborasi ini dapat direplikasi di daerah penghasil sawit lainnya," tambahnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.