Akurat Logo

Industri Kecantikan Mulai Ubah Cara Pilih Bahan hingga Kelola Kemasan

Esha Tri Wahyuni | 1 Oktober 2026, 10:10 WIB
Industri Kecantikan Mulai Ubah Cara Pilih Bahan hingga Kelola Kemasan
Industri kecantikan mulai menerapkan prinsip keberlanjutan dari pemilihan bahan, formulasi, kemasan, pengelolaan limbah hingga perilaku konsumen. - AKURAT.CO/Esha Tri Wahyuni

AKURAT.CO Industri kecantikan mulai menghadapi tuntutan keberlanjutan bukan hanya dari sisi produk, tetapi juga dari cara bahan baku dipilih, kemasan dirancang, hingga bagaimana konsumen menggunakan dan membuang produk.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Beauty in Sustainability, side event Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 yang digelar ParagonCorp di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Bagi industri kecantikan, isu keberlanjutan memiliki posisi yang cukup strategis. Produk digunakan masyarakat setiap hari, sementara proses produksinya berkaitan dengan penggunaan bahan alam, air, plastik, serta berbagai material kemasan.

Baca Juga: Biotech dan Biodiversitas Jadi Arah Baru Industri Kecantikan

Artinya, keputusan perusahaan dalam merancang sebuah produk tidak hanya menentukan karakter produk yang diterima konsumen, tetapi juga berpengaruh terhadap jejak lingkungan yang ditinggalkan setelah produk digunakan.

Corporate Affairs Director ParagonCorp, Astri Wahyuni mengatakan, prinsip keberlanjutan perlu diterapkan sejak awal proses bisnis, bukan hanya ketika produk telah selesai diproduksi.

“Keberlanjutan tidak dimulai di tahap akhir, tetapi sejak sebuah produk direncanakan dan diformulasikan. Kami menyadari bahwa pertumbuhan bisnis selalu membawa dampak bagi manusia dan lingkungan,” ujar Astri dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, penerapan prinsip keberlanjutan perlu dilakukan di sepanjang rantai nilai perusahaan, mulai dari perancangan produk hingga dampak yang dihasilkan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Karena itu, sustainability perlu dipraktikkan oleh setiap Paragonian di sepanjang value chain, mulai dari bagaimana produk dirancang hingga bagaimana kami terus menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah persoalan kemasan. Produk kecantikan umumnya menggunakan berbagai jenis kemasan yang setelah produk habis berpotensi menjadi limbah.

Baca Juga: IndoBeauty Expo 2025 Kembali Digelar, Dorong Inovasi dan Kolaborasi Industri Kecantikan

ParagonCorp mencatat sebanyak 83.326 produk kecantikan bekas telah dikembalikan konsumen melalui program Paragon Empties Station. Dari pengumpulan tersebut, lebih dari 3,3 ton plastik kemudian diolah kembali melalui program Paragreen.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.