Akurat Logo

Pasca Gempa, RSUD Aeramo Nagekeo Butuh Daya Listrik hingga 500 kVA

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 30 September 2026, 15:35 WIB
Pasca Gempa, RSUD Aeramo Nagekeo Butuh Daya Listrik hingga 500 kVA
Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM, Rudy Sufahriadi - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO RSUD Aeramo di kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, meminta adanya penambahan daya kelistrikan untuk meningkatkan layanan rumah sakit pasca gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sekadar informasi, kapasitas listrik yang tersedia saat ini hanya 150 kiloVolt-Ampere (kVa), sementara kebutuhan rumah sakit diperkirakan mencapai 500 kVA.

Kabag Tata Usaha RSUD Aeramo, Frumensius Ndona mengatakan, keterbatasan daya menjadi salah satu kendala dalam mengoperasikan berbagai peralatan kesehatan, terutama alat dengan kebutuhan listrik besar.

"Kami minta mungkin ada penamaan gardu. Listriknya kurang daya," kata Frumensius didepan Ketua Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian ESDM, Rudy Sufahriadi saat kunjungan ke RSUD Aeramo, Rabu (30/9/2026).

Baca Juga: PLN Beri Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik Selama Ramadan, Berlaku hingga 10 Maret 2026

Frumensius menambahkan, kebutuhan daya tersebut berpotensi semakin besar ketika sejumlah peralatan baru mulai dioperasikan, termasuk CT scan yang belum masuk ke rumah sakit.

Selama ini, RSUD Aeramo mengandalkan jaringan PLN sebagai sumber listrik utama dan genset sebagai cadangan. Namun, kapasitas genset juga tidak selalu mampu menopang seluruh peralatan kesehatan ketika terjadi pemadaman listrik dari PLN.

Menurut Frumensius, terdapat sejumlah alat kesehatan yang tidak dapat langsung beroperasi ketika sumber listrik beralih ke genset.

Baca Juga: PLN Beri Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik Lewat Program OOTD

"Ketika listriknya mati PLN, genset naik, ada mesin yang nggak bisa ngangkat. Ada mesin alkes yang nggak bisa ngangkat," ujarnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.