Akurat Logo

Industri Halal RI Cetak Komitmen Transaksi Rp622 Miliar di 2026

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 28 September 2026, 19:35 WIB
Industri Halal RI Cetak Komitmen Transaksi Rp622 Miliar di 2026
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus mengakselerasi pengembangan ekosistem industri halal nasional agar semakin berdaya saing dan mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai halal global.

Upaya tersebut diwujudkan antara lain melalui Industrial Festival x Halal Indo 2026, yang berhasil mempertemukan pelaku industri, pasar, lembaga halal, akademisi, investor, serta berbagai pemangku kepentingan sekaligus menghasilkan transaksi dan komitmen bisnis bernilai signifikan.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pemain utama industri halal global.

Baca Juga: Kemenperin Catat 57.000 Produk Sudah Bersertifikat TKDN

Kekuatan tersebut ditopang pasar domestik yang luas, basis industri yang semakin berkembang, sumber daya manusia, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar bagi produk halal dunia. Kita harus mengambil peran yang lebih besar sebagai produsen dan basis produksi halal global. Karena itu, penguatan industri halal perlu diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing, sekaligus memperluas penetrasi produk industri nasional ke pasar internasional,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menperin mengapresiasi penyelenggaraan Industrial Festival x Halal Indo 2026 yang mampu menjadi ruang kolaborasi sekaligus mempertemukan pelaku industri dengan konsumen, mitra bisnis, serta calon investor.

Baca Juga: Kemenperin Bantah Ada Tambahan Kuota GKM untuk Industri Gula Rafinasi

“Berbagai pertemuan bisnis, jejaring, dan komitmen yang tercipta selama kegiatan ini harus ditindaklanjuti menjadi kerja sama konkret. Ukuran keberhasilan sebuah pameran bukan hanya ramainya pengunjung, tetapi juga seberapa besar manfaat ekonomi dan kolaborasi bisnis yang dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai,” tambahnya.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.