Dorong Green Port, PLN dan Pelindo Resmikan OPS 1 MVA di Tanjung Priok

AKURAT.CO PT PLN (Persero) bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) meresmikan dua unit Onshore Power Supply (OPS) dengan total kapasitas 1 megavolt ampere (MVA) di Dermaga Serbaguna Nusantara (DSN), Pelabuhan Tanjung Priok.
Fasilitas ini menjadi unit pertama dari program pengembangan 24 unit OPS di Tanjung Priok sebagai bagian dari sinergi kedua pihak dalam mendukung efisiensi dan dekarbonisasi sektor maritim.
Dua unit OPS yang dibangun dan dioperasikan oleh PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI), perusahaan patungan (joint venture) antara PT PLN Electricity Services dan PT Pelindo Jasa Maritim tersebut masing-masing berkapasitas 500 kilovolt ampere (kVA).
Fasilitas ini memungkinkan kapal yang sedang bersandar mematikan mesin diesel dan beralih menggunakan pasokan listrik yang lebih efisien dan bersih dari darat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas Onshore Power Supply (OPS) selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim melalui pengembangan Green Port.
Upaya ini menjadi penting, mengingat sektor maritim turut menyumbang emisi gas rumah kaca global, sementara sebagian besar emisi kapal di pelabuhan berasal dari penggunaan mesin diesel selama proses sandar.
“Kehadiran fasilitas OPS di Tanjung Priok menjadi solusi untuk mengurangi emisi dari kapal selama bersandar di pelabuhan. Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan,” kata Darmawan dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Darmawan menambahkan, penyediaan listrik untuk fasilitas OPS menunjukkan kesiapan infrastruktur kelistrikan PLN dalam mendukung kebutuhan energi di kawasan pelabuhan.
Dukungan tersebut sekaligus memperkuat elektrifikasi sektor maritim yang membutuhkan pasokan listrik andal untuk menunjang kegiatan operasional kapal selama berada di pelabuhan.
“Ini adalah bentuk sinergi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhan melalui pemanfaatan energi domestik, sekaligus mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









